BANGKALAN, RadarMadura.id – Atlet Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri) Bangkalan kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional.
Dalam kejuaraan panahan yang digelar di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Minggu (12/4), salah satu atletnya berhasil menembus empat besar.
Sebanyak tujuh atlet diturunkan dalam kejuaraan nasional (Kejurnas) tersebut.
Mereka mengikuti dua nomor pertandingan. Yakni, jemparingan dan horsebow putra-putri usia 13 tahun.
Ketua Perpatri Bangkalan Muhammad bin Rachmad mengatakan, keikutsertaan atletnya menjadi ajang penting untuk mengasah kemampuan. Sekaligus mengukur kualitas mereka di level nasional.
”Dalam kejuaraan tingkat nasional ini kami mengirim tujuh atlet untuk turun di nomor jemparingan dan horsebow,” ujarnya.
Baca Juga: Sambut Dua Kompetisi, Panahan Tradisional Bangkalan Mulai Bidik Atlet
Menurut dia, persaingan berlangsung sangat ketat. Total peserta mencapai 368 orang yang datang dari berbagai daerah.
Seperti Kota Solo, Jogjakarta, Surabaya, Trenggalek, hingga Lampung.
Meski demikian, Perpatri Bangkalan masih mampu bersaing. Salah satu atletnya berhasil meraih peringkat keempat pada kategori jemparingan putri.
”Atlet kami sempat berada di peringkat pertama, tapi harus terhenti di babak 19,” ungkap pria yang akrab disapa Aang tersebut.
Dia menambahkan, kondisi cuaca yang tidak menentu menjadi salah satu kendala selama pertandingan.
Selain itu, faktor kelelahan juga memengaruhi performa atlet karena lokasi lomba berada di area perbukitan.
”Faktor kelelahan cukup berpengaruh karena akses menuju lokasi harus ditempuh dengan berjalan kaki di atas bukit. Secara teknik, atlet kami sebenarnya sudah cukup siap,” jelasnya. (za/han)
Editor : Amin Basiri