Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sape Kerrap Puasa Kemenangan, Usai Tumbang di Markas Persita

Hera Marylia Damayanti • Senin, 9 Maret 2026 | 09:02 WIB

DUEL: Pemain MU Lulinha mencoba menguasai bola saat melawan Persita di Indomilk Arena, Sabtu (7/3) malam. (MU UNTUK JPRM)
DUEL: Pemain MU Lulinha mencoba menguasai bola saat melawan Persita di Indomilk Arena, Sabtu (7/3) malam. (MU UNTUK JPRM)
 

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tren negatif Madura United (MU) terus berlanjut. Buktinya, MU dipaksa menyerah dengan skor telak 1–4 saat bertandang ke markas Persita Tangerang di Indomilk Arena, Sabtu (7/3) malam.

Kekalahan tersebut memperpanjang catatan buruk Laskar Sape Kerrap di bawah asuhan Carlos Alberto Parreira. Yakni, tak pernah menang dalam tujuh pertandingan terakhir.

Pelatih MU Carlos Alberto Parreira mengakui bahwa timnya tampil buruk pada awal pertandingan. Keadaan semakin sulit setelah timnya tertinggal empat gol di babak pertama.

”Pertandingan ini (melawan Persita, Red) tim kami pada 20 menit pertama benar-benar tidak bagus,” ungkap pelatih asal Brasil itu.

Meski begitu, Parreira mengapresiasi upaya pemain dalam mencetak gol di babak kedua.

Sementara itu, Gelandang MU Muhammad Taufany Muslihuddin juga mengakui timnya kesulitan keluar dari tekanan di awal laga. Kebobolan cepat membuat permainan tim tidak berkembang.

”Di babak pertama kami sudah kebobolan. Di babak kedua kami mencoba untuk bisa bangkit dan hasilnya tidak memuaskan. Semoga di pertandingan berikutnya kami bisa memenangkan pertandingan,” harapnya.

Kekalahan ini membuat MU semakin tertekan di papan bawah klasemen. Tambahan nol poin di Tangerang menjadi alarm keras bagi Laskar Sape Kerrap yang harus segera bangkit jika tidak ingin terus terseret dalam pusaran zona degradasi. (afg/jup)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#Catatan Buruk #madura united #persita tangerang #zona degradasi #kebobolan