SUMENEP, RadarMadura.id – Federasi Karate-Do Indonesia (FORKI) Sumenep mengurangi porsi latihan atlet binaannya selama Ramadan.
Dalam sepekan, latihan bersama hanya digelar satu hingga dua kali.
Kebijakan itu diambil agar para karateka tidak kewalahan saat menjalani ibadah puasa.
Ketua Harian FORKI Sumenep Ach. Santoso menyampaikan, sebelum Ramadan para atlet biasanya menjalani latihan hampir setiap hari.
Latihan rutin tersebut dilakukan untuk terus meningkatkan kemampuan para atlet, terutama yang masih berada di kategori junior.
"Sekarang tidak latihan setiap hari. Porsinya dikurangi karena bulan puasa. Paling hanya beberapa hari setiap minggu,” katanya.
Meski demikian, para atlet tetap didorong untuk menjalani latihan secara mandiri di rumah masing-masing selama Ramadan.
Tujuannya agar mereka tetap mengingat teori dan teknik yang telah diajarkan para pelatih.
Dengan begitu, kemampuan para atlet diharapkan tidak menurun meski porsi latihan bersama dikurangi.
"Kami juga menyampaikan kepada para atlet agar tetap latihan di rumah selama Ramadan,” ujarnya.
Menurut Santoso, para atlet karate Sumenep dalam waktu dekat akan menghadapi kejuaraan bergengsi, yakni Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) yang direncanakan digelar pada April mendatang.
Dalam ajang tersebut, FORKI Sumenep akan mengirim atlet yang benar-benar berpotensi meraih prestasi.
Karena itu, selama Ramadan para atlet diharapkan tetap meningkatkan kemampuan masing-masing. "Awal April nanti kami rencanakan melakukan seleksi atlet untuk Kejurprov,” imbuhnya. (iqb/han)
Editor : Amin Basiri