PAMEKASAN, RadarMadura.id – Madura United (MU) gagal memenangkan pertandingan saat menjamu Arema FC di SGMRP Pamekasan, Sabtu (21/2) malam.
Namun, Laskar Sape Kerrap memperlihatkan grafik permainan yang semakin baik.
Tampil di hadapan publik sendiri, Mendonca dan kawan-kawan bermain lebih agresif.
Skema ofensif langsung diterapkan sejak menit awal. Empat hingga lima peluang bersih berhasil diciptakan sepanjang laga.
Dua peluang berhasil dikonversi menjadi gol. Namun, Singo Edan mampu menyamakan kedudukan. Skor 2-2 pun menutup duel klub asal Jawa Timur tersebut.
Pelatih MU Carlos Alberto Parreira menilai performa timnya jauh lebih baik dibanding laga-laga sebelumnya.
Dia menegaskan, progres permainan terlihat jelas meski hasil belum maksimal.
Pelatih 44 tahun itu mengutarakan, rencana bermain ofensif berjalan sesuai skema.
Babak pertama pemain tampil menekan, sementara awal babak kedua sempat kurang maksimal hingga memaksa perubahan taktik.
”Kami punya empat atau lima peluang bersih tapi hanya (bisa mencetak) dua gol. Kami harus memperbaiki ini dan mendapatkan hasil yang lebih baik,” tegas pelatih berkebangsaan Brasil itu.
Parreira juga menyebut dirinya masih mendapat dukungan penuh dari manajemen.
Meski dalam 11 pertandingan terakhir MU hanya meraih satu kemenangan.
Dia memastikan suasana tim tetap kondusif karena semua pihak memahami proses yang sedang berjalan.
Sementara itu, pemain MU Fransiskus Alesandro mengakui hasil imbang bukan yang diinginkan tim.
Dia menyebut para pemain sudah berusaha maksimal untuk mengamankan tiga poin di kandang sendiri.
Sandro juga menanggapi catatan satu kemenangan dalam 11 laga terakhir. Dia memastikan situasi ruang ganti tetap solid meski tekanan hasil cukup besar.
”Kami terus berlatih memperbaiki kesalahan-kesalahan. Kami tetap kompak untuk menghadapi laga-laga selanjutnya,” katanya. (afg/bil)
Editor : Hera Marylia Damayanti