Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Gagal Raih Hasil Maksimal di Mayangkara Open

Amin Basiri • Sabtu, 7 Februari 2026 | 19:40 WIB
USAHA: Atlet petanque kontingan Sumenep saat bertanding di Mayangkara Open Pelajar Petanque Tournament 2026 di Surabaya, Senin (2/2).
USAHA: Atlet petanque kontingan Sumenep saat bertanding di Mayangkara Open Pelajar Petanque Tournament 2026 di Surabaya, Senin (2/2).

SUMENEP, RadarMadura.id - Kontingen petanque Kabupaten Sumenep harus pulang dengan tangan hampa dalam ajang Mayangkara Open Pelajar Petanque Tournament 2026.

Tiga atlet andalan yang turun di nomor double dan triple gagal melaju dari babak penyisihan setelah kalah bersaing dengan lawan-lawannya.

Ketua Harian Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumenep Taufik Rahman mengakui hasil tersebut jauh dari ekspektasi tim pelatih.

Menurutnya, persaingan antarpelajar di Jawa Timur kini semakin ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

”Target kami awalnya di setiap nomor bisa meraih medali. Namun karena belum tercapai, pada kejuaraan kali ini kami harus berpuasa, ujarnya.

Dia menyebut, kegagalan tersebut menjadi catatan penting bagi jajaran pengurus untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pembinaan atlet usia dini.

Salah satu kendala utama dalam persiapan kali ini adalah kurangnya konsistensi jadwal latihan menjelang keberangkatan ke Surabaya.

Padatnya aktivitas sekolah membuat para atlet kesulitan membagi waktu antara kewajiban akademik dan intensitas latihan.

”Konsistensi latihan masih kurang karena sulit membagi waktu dengan jam sekolah. Hal itu berpengaruh terhadap kualitas latihan mereka", terangnya.

Kondisi tersebut berdampak pada fisik dan fokus atlet yang cenderung menurun akibat kelelahan menjalani aktivitas harian yang padat.

Karena itu, FOPI Sumenep berkomitmen menyusun skema latihan baru yang lebih fleksibel agar tidak berbenturan dengan jadwal pendidikan formal.

”Evaluasi teknis akan segera kami lakukan agar atlet Sumenep bisa tampil lebih siap dan kompetitif pada kejuaraan berikutnya, tandasnya. (tif/han)

Editor : Amin Basiri