PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kontingen Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Arts (IBCA-MMA) Pamekasan menunjukkan taringnya pada Kejuaraan Provinsi Jawa Timur 2025 di Tuban.
Dari empat atlet yang diterjunkan, tiga medali berhasil diboyong. Masing-masing satu emas, satu perak, dan satu perunggu.
Medali emas dipersembahkan Sunnita setelah tampil dominan di nomor Stand Up Fighting Junior 47,7 kilogram putri.
Pada partai puncak, Sunnita sukses menundukkan atlet asal Gresik.
Sementara itu, Ulul Albab menyumbangkan medali perak dari nomor Stand Up Fighting Junior 52,2 kilogram putra.
Ulul harus puas di posisi kedua setelah berduel ketat melawan petarung asal Jember pada laga final.
Satu medali perunggu diraih Taufik, yang juga tampil di kelas Stand Up Fighting Junior 52,2 kilogram putra.
Taufik kalah saat melawan atlet asal Sidoarjo pada fase lanjutan. Namun, tetap berhasil mengamankan tempat di podium ketiga.
Satu wakil lainnya, Sofiudin, harus menghentikan langkahnya di babak perempat final pada nomor Stand Up Fighting Senior 65,8 kilogram putra setelah menghadapi persaingan ketat sejak babak penyisihan.
Pelatih IBCA-MMA Pamekasan Abisibah bersyukur atas capaian anak didiknya.
Menurut dia, tiga medali yang diraih menjadi bukti bahwa pembinaan intensif yang dilakukan selama ini membuahkan hasil.
Dia percaya bahwa hasil tersebut berkat kerja keras atlet selama latihan.
Abisibah menegaskan, keikutsertaan dalam Kejurprov bukan semata-mata untuk mengejar podium, melainkan untuk menambah jam terbang atlet.
Dia berharap, dukungan pemerintah daerah semakin diperkuat untuk pengembangan dan peningkatan prestasi atlet.
”Kalau hanya latihan saja itu kurang maksimal. Dari pertandingan seperti ini kami bisa membaca langsung peta kekuatan lawan,” tegasnya. Abisibah (afg/bil)
Editor : Amin Basiri