Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Hadapi Kerjurnas, 18 Atlet Taekwondo Rutin Latihan

Amin Basiri • Rabu, 19 November 2025 | 18:04 WIB

 

GIAT: Atlet TI Pamekasan berlatih di Dojang Taekwondo PTA Pamekasan, Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Senin (17/11).
GIAT: Atlet TI Pamekasan berlatih di Dojang Taekwondo PTA Pamekasan, Desa Bettet, Kecamatan Pamekasan, Senin (17/11).

PAMEKASAN, RadarMadura.idn– Suasana latihan Taekwondo Indonesia (TI) Pamekasan dalam beberapa pekan terakhir terasa lebih intens dari biasanya.

Sebanyak 18 atlet sedang menjalani program pemusatan latihan intensif menjelang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo, Kamis (20/11).

Target tim sangat jelas, yakni bisa tampil maksimal dan pulang membawa medali.

Ketua Pelatih TI Pamekasan Sudiyanto menegaskan bahwa persiapan kali ini tidak boleh setengah hati.

Dia bersama jajaran pelatih memimpin langsung latihan yang berlangsung ketat.

”Kami mulai (latihan, Red) dari akurasi teknik, kontrol gerakan, peningkatan stamina, hingga kesiapan mental. Kejurnas itu panggung besar. Atlet harus datang dalam kondisi terbaik, bukan sekadar siap untuk bertanding,” tutur pelatih yang karib disapa Sabeunim Sudi itu.

Menurut dia, peningkatan kualitas teknik menjadi fokus utama.

Setiap detail mulai dari sikap dasar, ritme gerakan, hingga kecepatan eksekusi dikoreksi dalam setiap sesi.

Sudi menegaskan, poomsae maupun kyorugi butuh konsistensi. Hal itu bisa lahir dari latihan yang disiplin.

Tak hanya teknik, kesiapan mental atlet juga terus ditempa.

Sudiyanto menyebut bahwa tekanan kompetisi kerap menjadi penentu kemenangan.

Karena itu, simulasi pertandingan dilakukan berkali-kali untuk membiasakan insan olahraga taekwondo menghadapi situasi menegangkan.

TI Pamekasan menurunkan perpaduan atlet muda dan senior. Mereka berasal dari hasil seleksi internal yang cukup ketat.

Sabeunim Sudi optimistis komposisi tersebut mampu membuat Pamekasan memiliki peluang bersaing lebih kuat dengan daerah-daerah kuat lain.

”Kami punya talenta. Tinggal nanti bagaimana mereka menunjukkannya di arena.

Kami juga sadar bahwa dukungan eksternal juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembinaan.

Karena, latihan keras tidak akan berarti tanpa dukungan moral dan fasilitas yang memadai,” ungkapnya.

Dengan persiapan yang matang, tim pelatih meyakini bahwa Pamekasan tak akan sekadar menjadi peserta di Kejurnas nanti.

Sudi berharap para atlet bisa bersaing dengan sehat dan berhasil mencatatkan nama di podium.

”Sehingga, bisa mengharumkan nama daerah,” tandasnya. (afg/yan)

Editor : Amin Basiri