Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Atlet Panjat Tebing Dilatih Tanggap Bencana

Amin Basiri • Selasa, 14 Oktober 2025 | 23:09 WIB
TANGGAP BENCANA: Atlet FPTI Pamekasan bersama relawan mengikuti latihan vertical rescue di Dam Samiran, Proppo, Minggu (12/10).
TANGGAP BENCANA: Atlet FPTI Pamekasan bersama relawan mengikuti latihan vertical rescue di Dam Samiran, Proppo, Minggu (12/10).

PAMEKASAN, RadarMadura.id - Latihan tidak melulu soal adu ketangkasan atau kecepatan.

Bagi atlet panjat tebing Pamekasan, kegiatan bersama Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) menjadi ajang untuk mengasah kemampuan lain di luar olahraga.

 Atlet Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Pamekasan mengikuti pelatihan Vertical rescue di kawasan Dam Samiran, Kecamatan Proppo, Minggu (12/10).

Kegiatan tersebut menjadi kolaborasi perdana antara dua lembaga yang sama-sama fokus pada ketahanan fisik dan kemampuan di medan ekstrem.

Ketua FPTI Pamekasan Eka Riyono mengatakan, latihan bersama relawan kebencanaan tersebut bukan sekadar ajang latihan fisik.

Menurut dia, pelatihan Vertical Rescue menuntut kekuatan mental, kerja sama tim, serta kemampuan untuk mengambil keputusan cepat di situasi kritis. 

Eka menuturkan bahwa latihan gabungan tersebut diikuti sekitar 25 peserta dari FPTI dan FRPB Pamekasan.

Kami melakukan simulasi evakuasi korban kecelakaan di sungai.

Jadi, tidak hanya soal teknik memanjat, melainkan juga kesiapsiagaan dalam kondisi darurat, ujarnya. 

Selama kegiatan, mereka berlatih berbagai teknik penyelamatan di medan ekstrem.

Di antaranya pertolongan pertama, pemindahan korban dari ketinggian, teknik melintasi sungai, hingga evakuasi korban dari tempat rendah ke tempat tinggi.

Semua dilakukan secara langsung di lapangan agar peserta terbiasa dengan Medan ekstrem.

Koordinator FRPB Pamekasan Budi Cahyono menyampaikan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kesiapsiagaan relawan.

Menurutnya, medan di Pamekasan cukup beragam.

Karena itu, kemampuan evakuasi di tempat tinggi dan curam harus dilatih.

Budi menuturkan, pelatihan difokuskan pada penggunaan peralatan khusus seperti tali dan katrol.

Peserta juga diajari cara mengoperasikan peralatan penyelamatan secara aman dan efektif.

Mulai dari pertolongan pertama, evakuasi korban dari ketinggian, lembah, hingga sungai. Termasuk simulasi penggunaan ambulans, tukasnya. (afg/bil)

Editor : Amin Basiri