PAMEKASAN, RadarMadura.id - Madura United (MU) akan melakoni dua laga krusial selama oktober.
Dua klub yang akan dihadapi merupakan tim kuat. Laskar Sape Kerrap dijadwalkan bertandang ke markas Dewa United pada Kamis (16/10).
Delapan hari kemudian, giliran Persija Jakarta yang akan menjadi lawan beratnya.
Pertandingan kedua tim akan tersaji di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan.
Dua pertandingan itu jelas tidak mudah. Dewa United musim lalu tampil stabil dengan catatan 17 kemenangan, 10 hasil imbang, dan hanya 7 kali kalah.
Persija juga tidak kalah menantang. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut bercokol di posisi keempat klasemen sementara dengan 11 poin.
MU sendiri masih tertahan di papan tengah klasemen BRI Super League 2025/2026. Sebab tidak mampu tampil konsisten.
Di antarnaya, kalah atas Malut United dan imbang tanpa gol saat melwan lawan PSBS Biak.
Hasil itu membuat mereka gagal merangsek ke papan atas kompetisi sepakbola tertinggi di Indonesia itu.
Catatan buruk tersbeut membuat MU dituntut untui tampil lebih efektif.
Apalagi, dalam beberapa laga terakhir mereka justru kesulitan memaksimalkan peluang.
Problem seperti penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Pelatih Angel Alfredo Vera mengakui kelemahan timnya terletak pada penyelesaian akhir.
Menurutnya, kemistri antarpemain masih perlu ditingkatkan.
Pelatih berkebangsaan Argentina itu menekankan pentingnya untuk menjaga kekompakan tim.
Itu menjadi kunci agar performa Laskar Sape Kerrap bisa kembali meningkat saat kompetisi kembali berlanjut.
Secara bertahap intensitas latihan akan ditingkatkan agar saat kompetisi kembali bergulir, tim sudah dalam kondisi siap, terangnya.
Oktober akan jadi bulan pembuktian. MU wajib menemukan irama terbaik jika ingin bersaing di papan atas musim ini.
Dukungan penuh suporter diharapkan bisa menjadi energi tambahan agar tim mampu melewati periode sulit ini dengan hasil maksimal. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri