PAMEKSAN, RadarMadura.id - Pembinaan atlet di Kabupaten Pamekasan pasca Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur tidak berhenti. Mereka terus mengasah skill dan memaksimalkan latihan agar bisa bersaing di kompetisi yang lebih tinggi.
Peluang atlet peraih medali emas untuk masuk Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jawa Timur terbuka lebar.
Jika terpilih, mereka berpotensi untuk menjadi wakil Bumi Majapahit dalam ajang bergengsi pekan olahraga nasional (PON).
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pamekasan Djohan Susanto menyebut prestasi di porprov menjadi langkah awal untuk karier olahraga yang lebih panjang. Atlet harus menjaga semangat, disiplin, dan kualitas untuk melangkah lebih jauh.
Djohan menjelaskan, Pamekasan berhasil membukukan 12 medali emas pada Porprov IX Jawa Timur. Kontingen Bumi Gerbang Salam juga menorehkan sepuluh perak dan 12 perunggu dalam kompetisi olahraga yang digelar di Malang Raya itu.
”Torehan itu berasal dari tujuh cabang olahraga (cabor) berbeda. Yakni, taekwondo, aeromodeling, karate, kickboxing, menembak, IBCA MMA, dan pencak silat.
Prestasi lintas cabor ini dinilai sebagai bukti perkembangan olahraga di Bumi Gerbang Salam,” tuturnya.
Djohan menegaskan bahwa lembaganya akan mendukung penuh persiapan atlet menuju Puslatda Jawa Timur.
Menurut dia, dengan latihan yang terukur dan konsistensi tinggi, maka peluang meraih medali di ajang nasional bukan hal yang mustahil.
Ketua Bina Prestasi (Binpres) Kickboxing Indonesia (KBI) Pamekasan Ary Budiarto mengingatkan atlet tidak terlena dengan keberhasilan.
Persaingan di tingkat provinsi maupun nasional disebutnya semakin ketat, Sehingga butuh kerja keras ekstra.
”Semangat harus semakin tinggi karena tantangan di depan jauh lebih berat. Untuk bisa mewakili suatu daerah itu tidak mudah.
Atlet harus menunjukkan bahwa kemampuan yang dimiliki itu harus melebihi yang lainnya,” tukas pria yang karib disapa Ary itu. (afg/han)
Editor : Amin Basiri