PAMEKASAN, RadarMadura.id – Madura United (MU) tampil agresif di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan saat menjamu Persita Tangerang pada Minggu (24/8) malam.
Namun, belum cukup mengantar Laskar Sape Kerrap meraih kemenangan. Mereka harus puas berbagi angka dengan tim tamu. Finishing masih menjadi kendala.
Pada laga itu, MU langsung mengambil inisiatif serangan lewat pergerakan cepat Lulinha dan Francisco Rivera di lini depan.
Tekanan tuan rumah berbuah hasil pada menit ke-24 ketika wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran di kotak penalti.
Pedro Monteiro yang maju sebagai algojo tanpa kesulitan menaklukkan kiper Igor Rodrigues, sekaligus membawa MU unggul 1-0.
Gol tersebut semakin memanaskan atmosfer pertandingan. Pertandingan berjalan dengan tensi yang cukup ringgi.
Persita pun tak tinggal diam. Tim berjuluk Laskar Cisadane itu mencoba menekan lewat umpan-umpan cepat ke jantung pertahanan Novan Setya Sasongko dan kawan-kawan. Meski begitu, hingga jeda babak pertama tak ada tambahan gol yang dihasilkan.
Memasuki babak kedua, Persita tampil lebih agresif. Usaha mereka akhirnya membuahkan penalti pada menit ke-64 setelah bola mengenai tangan Pedro Monteiro di dalam kotak terlarang.
Aleksa Andrejic yang menjadi eksekutor melaksanakan tugasnya dengan dingin, membuat papan skor berubah 1-1.
Gol balasan tersebut membuat laga semakin terbuka. MU kembali menguasai bola, mencoba mengurung pertahanan Persita.
Sejumlah peluang tercipta, terutama lewat kaki Lulinha. Di masa injury time, suporter tuan rumah sempat menahan napas ketika tendangan keras sang kapten mengarah ke gawang.
Namun, kiper Persita, Igor Rodrigues, tampil heroik dengan refleks gemilang yang menggagalkan peluang emas itu.
Pelatih MU Angel Alfredo Vera tidak bisa menutupi rasa kekecewaannya. Menurut dia, timnya sudah memiliki cukup peluang untuk bisa memenangkan laga.
Namun, tim harus gagal dalam penyelesaian akhir. ”Kami menguasai jalannya pertandingan, tapi peluang yang ada tidak bisa dimaksimalkan. Itu yang harus segera kami benahi,” ungkapnya. (afg/han)
Editor : Amin Basiri