PAMEKASAN, RadarMadura.id – Madura United (MU) bersiap menghadapi Persita Tangerang di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan (SGMRP), Pamekasan Minggu (24/8).
Laga kandang kedua itu diprediksi berjalan sengit. Mengingat Persita datang dengan motivasi besar setelah meraih hasil kurang memuaskan pada dua laga awal Liga 1 musim ini.
Pelatih MU Alfredo Vera menegaskan, timnya tidak ingin mengulang kesalahan musim lalu ketika Persita berhasil meraih kemenangan di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP) Pamekasan.
Tim tuan rumah tetap menghormati lawan. Apalagi, Laskar Cisadane sempat menang musim lalu.
Menurut Vera, kunci utama Laskar Sape Kerrap terletak pada konsistensi dalam permainan. Pelatih asal Argentina itu meminta para pemain agar tetap disiplin dalam bertahan.
Pemain juga diharapkan bisa memaksimalkan peluang sekecil apa pun yang tercipta dalam setiap sesi.
”Semua pemain sudah paham bahwa setiap lawan di Liga 1 itu berat. Jadi, kami harus bekerja dengan lebih keras lagi, menjaga konsentrasi, dan bermain dengan karakter Madura United di depan suporter sendiri,” tegas mantan Pelatih Persebaya Surabaya itu, Kamis (21/8).
Pertandingan MU kontra Persita Tengerang bukan sekadar pertarungan biasa. Tetapi, menjadi ajang pembuktian juru taktik dari dua kiblat sepak bola dunia. Yakni, Benua Amerika dan Eropa.
Pelatih MU Alfredo Vera berasal dari Argentina, sedangkan Carlos Pena yang merupakan arsitek Persita Tangerang berasal dari Spanyol. Maka, adu taktik kedua pelatih berpengalaman itu layak dinantikan.
Kedua pelatih impor itu memiliki karakter berbeda dalam meramu strategi di atas lapangan hijau.
Alfredo Vera identik dengan formasi 4-3-3. Sedangkan Calos Pena lebih suka memilih formasi 5-3-2.
Formasi yang biasa dipilih Alfredo Vera lebih menekankan keseimbangan di semua lini dan penguasaan bola yang lebih baik.
Sedang formasi pilihan Carlos Pena berfokus pada lini pertahanan yang lebih kuat dan serangan balik yang mematikan.
Mantan pelatih Persebaya Surabaya itu menambahkan, timnya harus fokus dan menjaga konsistensi permainan.
Juga harus bisa memaksimalkan setiap peluang untuk bisa meraih poin penuh di laga kandang.
”Kami harus bekerja lebih keras, menjaga konsentrasi, dan bermain dengan karakter Madura United di depan suporter sendiri,” katanya.
Sementara itu, penyerang MU Aji Kusuma menyampaikan tekadnya untuk bisa berkontribusi lebih di lini depan.
Dia menilai, gol tidak hanya menjadi tugas pemain depan, tapi juga seluruh elemen tim. Pemain 26 tahun itu berharap bisa lebih banyak mencetak gol.
”(Kami) berharap agar lebih banyak memberikan kontribusi gol bukan hanya dari gelandang.
Tetapi, seperti yang dikatakan pelatih, semua pemain bisa mencetak gol dan membuat tim menang adalah yang paling penting,” terang Aji Kusuma.
Pada lanjutan Liga 1 musim 2024/2025, Persita lebih produktif saat menghadapi MU. Pada 24 Agustus 2024, Persita menang 1-0 di Bangkalan berkat gol Marios Ogkmpoe.
Sementara MU harus menyelesaikan laga dengan hanya 10 pemain di babak pertama.
Pada pertemuan berikutnya, Jumat (24/1), laga berjalan imbang dengan skor 1-1. Persita sempat unggul lewat Charisma Fathoni, namun dibalas cepat oleh Andi Irfan.
Hasil ini membuat Persita tertahan di posisi delapan klasemen dengan 31 poin dan MU berada di dasar klasemen dengan 12 poin dari 20 pertandingan. (afg/jup/han)
Editor : Amin Basiri