SUMENEP, RadarMadura.id– Atlet binaan cabor telah selesai bertanding dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim).
Ironisnya, anggaran keikutsertaan cabor di ajang tersebut sebesar Rp 1,8 miliar tak kunjung cair.
Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumenep telah melakukan langkah taktis untuk mengatasi persoalan tersebut.
Buktinya, KONI mempergunakan dana hibah tahunan untuk menalangi ”utang” tersebut.
Ketua Harian KONI Sumenep adalah Abdul Kadir Al Mahdaly mengatakan, anggaran keikutsertaan atlet dalam Porprov IX Jatim memang belum cair.
”Padahal, event tersebut telah selesai terselenggara,” katanya.
Kadir menuturkan, anggaran keikutsertaan atlet dalam porprov tersebut pasti akan dicairkan.
”Anggarannya sudah ada, tapi belum cair. Nominalnya mencapai Rp 1,8 miliar,” ucapnya.
Kadir menerangkan, agar insiden tersebut tidak menyisakan polemik, maka pihaknya terpaksa menggunakan anggaran hibah tahunan.
”Tahun ini kami menerima anggaran hibah keolahragaan sebesar Rp 2 miliar. Kami talangi pakai dana hibah,” paparnya.
Dana tahunan Rp 2 miliar dinda. Sedangkan dana keikutsertaan porprov Rp 1,8 miliar. Karena yang Rp 1,8 miliar belum cair, maka ditalangi pakai dana hibah tahunan.
”Kan 85 persen dipakai untuk menalangi anggaran keikutsertaan porprov,” ulasnya.
Ditambahkan, ketika anggaran keikutsertaan porprov sudah cair, maka akan dipakai untuk mengganti dana hibah tahunan yang sebelumnya telah terpakai.
”Tentunya akan kembali digunakan untuk anggaran pembinaan atlet, diserahkan ke cabor juga,” tandas Kadir. (iqb/yan)
Editor : Amin Basiri