PAMEKASAN, RadarMadura.id – Dua atlet taekwondo Pamekasan mengakhiri kiprahnya di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur. Mereka adalah Ayu Septia Ningrum dan Raja Dewantara Putra.
Keduanya tidak bisa lagi tampil dalam kejuaraan multi event yang diikuti 38 kabupaten dan kota di jatim tersebut. Sebab, terkendala usia.
Namun penampilan mereka di porprov terakhir patut diacungi jempol. Sebab, mampu mempersembahkan medali untuk Kota Gerbang Salam.
”Saya sangat bersyukur bisa mendapatkan penghargaan ini. Tentu, ini bukan akhir dari perjalanan panjang saya sebagai atlet taekwondo.
Namun ini menjadi awal untuk membuka lembaran baru di level yang lebih tinggi,” ujar Ayu dengan mata berbinar.
Hal senada diutarakan oleh Raja Dewantara Putra. Atlet muda yang dikenal kalem di luar arena itu masih menyimpan harapan besar. Yakni, bisa meraih prestasi dalam kejaraan yang lebih tinggi, yaitu level nasional maupun internasional.
”Mudah-mudahan prestasi ini membuka jalan ke kompetisi yang lebih besar. Saya ingin terus membawa nama baik daerah di manapun saya bertandinh. Tak terkecuali keluarga hingga tim taekwondo Pamekasan yang tak lelah memberi dukungan,” ujarnya.
Pelatih Taekwondo Pamekasan Aprila Dwi Rahayu menyatakan, keduanya dinobatkan sebagai atlet terbaik di ajang porprov. Semua itu tidak lepas dari kerja kerasnya. Pihaknya bangga atas prestasi yang mereka persembahkan.
”Mereka sangat layak mendapat predikat itu. Saya tahu betul bagaimana mereka berlatih, berjuang, dan tidak pernah mengeluh meski dalam tekanan berat sekalipun. Semoga ini jadi pemacu semangat untuk terus berkembang ke jenjang lebih tinggi,” tukasnya. (afg/jup)
Editor : Amin Basiri