BANGKALAN, RadarMadura.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bangkalan mengirim surat protes karena merasa dicurangi di Porprov IX Jatim.
Khususnya dalam pertandingan final cabang olahraga Indonesia Bela Diri Campuran Amatir-Mixed Martial Art (IBCA MMA).
KONI Bangkalan merasa keberatan atas keputusan wasit dalam pertandingan IBCA MMA kelas 56,7 kg putri.
Oleh sebab itu, pihaknya mengirim nota protes ke PB IBCA MMA dan dewan hakim Porprov IX Jatim.
Ketum KONI Bangkalan Moch. Fauzan Ja’far memaparkan protes dilayangkan karena keberatan dengan berjalannya laga final cabor IBCA MMA. Saat itu petarungnya melawan atlet tuan rumah Kota Malang memperebutkan medali emas.
Namun, di ronde terakhir terjadi kericuhan. Pemicunya, saat Sheril Irmaulia Cantika terkena pukulan di bagian muka, dia berpaling dan dipukul dari belakang oleh atltet lawan. ”Tindakan itu sebenarnya tidak diperbolehkan dilakukan dalam pertandingan,” imbuhnya.
Wasit kemudian menghentikan pertandingan di ronde ketiga dan menganggap atlet Bangkalan KO (knockout).
Padahal di papan layar tim Bangkalan yang menang. ”Wasit kemudian menggiring atlet berada di sudut netral, namun tiba-tiba ada ofisial Kota Malang masuk ke dalam arena,” katanya.
Setelah ribut dan sempat dijeda, wasit mengumumkan atlet asal Kota Malang yang menang. Akhirnya, pihaknya melayangkan protes resmi dan menarik semua atlet IBCA MMA. Sebab, dinilai pertandingan sudah tidak sportif.
”Panitia pelaksana tidak profesional dan tidak bisa menjamin keamanan dan keselamatan atlet. Kami membawa pulang atlet kami yang sudah masuk final,” tandasnya. (za/jup)
Editor : Amin Basiri