PAMEKASAN, RadarMadura.id – Tim sepak bola Pamekasan harus menyiapkan mental yang kuat.
Mereka tergabung di zona neraka bersama Surabaya, Gresik, dan Bangkalan dalam Pra-Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur.
Surabaya pernah mencatatkan namanya sebagai juara Porprov Jawa Timur. Kemudian, Gresik juga dihuni dengan pemain-pemain potensial.
Sementara Bangkalan juga cukup diuntungkan sebagai tuan rumah dalam babak kualifikasi tersebut.
Pelatih Askab PSSI Pamekasan Ibnu Jainur Rahman mengaku tak gentar meski tergabung dengan tim-tim kuat.
Dia percaya bahwa anak didiknya akan menyuguhkan permainan yang optimal dalam kompetisi olahraga dua tahunan tersebut.
”Tiga tim yang akan kami hadapi ini semua adalah tim kuat. Dan, semuanya perlu untuk kami waspadai,” katanya.
”Tetapi, jika dilihat dari aspek materi (pemain, Red) yang melimpah, maka Surabaya yang patut untuk kami waspadai,” ungkapnya.
Ibnu mengaku tidak memiliki strategi khusus untuk menghadapi kekuatan tim lawan.
Saat ini Pamekasan belum mengetahui secara pasti kekuatan dari masing-masing daerah. Tetapi, dia memastikan bahwa setiap laga adalah final.
”Karena setiap pertandingan adalah final, maka kami akan berusaha untuk menampilkan permainan yang terbaik dan memaksimalkan semua peluang yang ada,” tuturnya.
”Mudah-mudahan kami bisa mendapatkan tiga poin dalam setiap laga,” harapnya.
Tim sepak bola Pamekasan, kata Ibnu, juga meminta restu dan dukungan dari masyarakat Kota Gerbang Salam dalam ajang olahraga tingkat regional itu.
Dengan harapan, bisa membawa nama baik daerah di Porprov IX Jawa Timur. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia