BANGKALAN, RadarMadura.id – Peluang Perserosi Bangkalan untuk berlaga di Porprov IX Jatim minim. Sebab, Perserosi kekurangan atlet.
Meski begitu, persiapan dan penggodokan atlet sudah dilakukan. Untuk mengantisipasi hal itu, cabor diminta untuk mengirimkan atlet terbaiknya oleh KONI Bangkalan.
Pelatih Perserosi Bangkalan Edy Harianto mengaku tetap melakukan penggodokan atlet meski belum mendapat lampu hijau dari KONI, apakah akan diutus atau tidak dalam porprov.
Penggodokan dilakukan untuk mengantisipasi jika tiba-tiba diminta mendelegasikan atlet oleh KONI.
”Penggodokan atlet sepatu roda sudah disiapkan dari jauh-jauh hari,” ujarnya.
Ada beberapa atlet yang dilatih secara intens meski belum diketahui apakah akan kembali dipercaya untuk mengirim atlet oleh KONI Bangkalan.
”Ada beberapa atlet yang kami persiapkan. Tapi untuk terlibat atau tidaknya, masih menunggu petunjuk KONI,” imbuhnya.
Atlet sepatu roda yang sebelumnya pernah berlaga di Porprov VIII sudah tidak didaftarkan kembali karena faktor usia.
Sehingga, pihaknya harus melatih atlet lain agar memiliki kapasitas yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
”Minimal kemampuannya sama dengan atlet yang kami kirim tahun lalu,” imbuhnya.
Edy enggan berandai-andai Perserosi termasuk cabor yang akan diutus oleh KONI Bangkalan untuk tampil di porprov.
Sebab, itu sepenuhnya menjadi domain dari KONI melalui seleksi yang dilakukan oleh Badan Sport Sains (BSS).
”Tunggu petunjuk resmi KONI apakah Perserosi berangkat atau tidak,” ucapnya. (za/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia