THAILAND, RadarMadura.id – Perjalanan Moh. Zaki Ubaidillah harus terhenti di babak 16 besar Thailand Master 2025 Kamis (30/1) malam.
Sebab, Moh. Zaki Ubaidillah kalah dua set saat menghadapi Jia Heng Jason dari Singapura pada laga tunggal putra.
Pada set pertama, pertandingan Ubaid dan Jason berlangsung menegangkan. Skor pertandingan terpaut tipis.
Saling jual beli smash dipertontonkan oleh utusan Garuda melawan Negeri Singa.
Performa Jason pada set pertama begitu apik. Smash yang dilancarkan terhadap lapangan Ubaid selalu membuahkan poin.
Hasilnya, sampai akhir pertandingan set pertama, Jason sukses mengamankan kemenangan dengan skor 21-23.
Pada set kedua, pertandingan kedua pebulu tangkis sama-sama tidak saling mengendurkan serangan. Upaya Ubaid untuk mengecoh lawan selalu keluar garis alias out.
Hingga akhir pertandingan, tim dari Singapura memenangkan set kedua dengan skor 15-21, sekaligus berhasil melangkah pada babak berikutnya.
Pengurus Binpres PBSI Sampang Wildan Yudistira mengatakan, Ubaid harus merelakan tiket kepada lawannya di babak 16 besar Thailand Master 2025.
Sebab, atlet dari Singapura menuntaskan pertandingan dengan menang dua set sekaligus.
”Langkah Ubaid hanya selesai pada babak 16 besar karena masih kalah dengan lawannya atas nama Jason dari Singapura,” katanya.
Menurut dia, dalam segi permainan antara Ubaid dengan lawannya sebenarnya sudah sama.
Namun, atlet asal Kota Bahari itu masih kalah pengalaman dengan lawannya yang sudah sering berkompetisi pada kejuaraan tingkat dunia.
”Biasanya Jason, atlet Singapura itu, sering berlaga pada kelas super 500. Namun, kali ini bertanding di kelas super 300. Makanya, Ubaid hanya kalah pengalaman,” ujarnya.
Wildan mengatakan, sejauh ini lolos pada debut pertama hingga babak 16 besar dinilai sudah di luar prediksi.
Putra asal Sampang itu berhasil mengalahkan beberapa lawannya hingga melangkah pada babak 16 besar.
”Ini sudah menjadi modal awal untuk Ubaid sebagai pengalaman dalam mengikuti kejuaran bergengsi kelas internasional,” ujarnya.
Menurut dia, perjuangan Ubaid mengukir karier terbaiknya belum berakhir pada kompetisi tersebut.
Sebab, masih banyak kompetisi bergengsi lainnya yang sedang menunggu untuk diikuti.
”Tim tunggal putra Indonesia sudah ada pandangan atlet muda penerus yang bisa menjadi skuad timnas ke depan,” tandasnya.
Ubaid melangkah ke babak 16 besar setelah mengalahkan atlet bulu tangkis Malaysia Justin Hoh di babak 32 besar.
Laga kedua tunggal putra antara Ubaid versus Justin berlangsung sengit. Pada set pertama, mereka saling kejar skor.
Hasilnya, pada set pertama Ubaid harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 21-17.
Pada set kedua dan ketiga, tensi serangan tetap tinggi. Namun, Ubaid berhasil menuntaskan kedua set tersebut untuk come back dari kekalahan.
Pada set kedua menang dengan skor 21-12. Sedangkan set ketiga menang 21–13. (bai/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia