PAMEKASAN, RadarMadura.id – Peningkatan kualitas sepak bola menjadi salah satu fokus PSSI Jawa Timur.
Karena itu, pembinaan terhadap pemain juga akan semakin dikencangkan. Salah satu yang menjadi fokus pembinaan PSSI Jawa Timur adalah pemain muda.
Hal itu disampaikan oleh anggota Executive Committee (Exco) PSSI Jawa Timur Djohan Susanto. Menurut dia, organisasinya telah merancang skema pembinaan secara khusus.
Yakni, mewadahi para pemain muda dengan beberapa kompetisi rutin. Cara ini didukung oleh asosiasi kabupaten/kota PSSI se-Jawa Timur.
”Sebab, ini memang menjadi agenda yang cukup dinantikan,” tutur Djohan.
Mantan ketua Askab PSSI Pamekasan itu juga memastikan bahwa para pemain muda potensial akan menjadi wakil Jawa Timur di beberapa kejuaraan bergengsi.
Salah satunya adalah gelaran rutin Pekan Olahraga Nasional (PON).
”Tahun ini sepak bola Jawa Timur berhasil naik kampiun dengan menjadi juara di PON XXI Aceh-Sumut,” katanya.
”Pemain kita mampu mengamankan medali emas dari Jawa Barat dalam laga final kejuaraan tersebut,” ulasnya.
Djohan menyebutkan bahwa prestasi tersebut merupakan buah keberhasilan dari pembinaan pemain di setiap daerah.
Sebagai pria berdarah Madura, dia juga ingin ada pemain Pulau Garam yang mampu menembus skuad Jawa Timur ke depan.
”Saya rasa tidak ada yang tidak mungkin. Kita didukung dengan SDM yang mumpuni,” ujarnya.
”Sekali lagi, ini bergantung bagaimana cara kita dalam membina setiap pemain. Berikan mereka materi latihan terbaik,” pintanya. (afg/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia