BANGKALAN, RadarMadura.id – Empat dari lima atlet asal Bangkalan yang berhasil tampil gemilang di pergelaran PON XXI Aceh-Sumut tiba di Kota Salak Rabu (25/9).
Mereka adalah Moh. Akbar Putra Taufik, Hauqalah Fakhal Arvyello, Widjayanti Ratu Ningrat dan Nurul Komaria.
Sedangkan satu atlet lainnya, Syarief Hidayatullah Suhaimi, tidak langsung pulang ke tanah kelahirannya setelah perhelatan PON XXI Aceh-Sumut.
Sebab, atlet yang biasa disapa Bagus itu mempersiapkan diri untuk tampil dalam kejuaraan Piala KASAD.
Kelima atlet andalan Kota Salak itu menyumbangkan 11 medali untuk Provinsi Jatim. Kedatangan empat atlet disambut Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie Rabu (25/8).
Pemkab Bangkalan memberikan piagam penghargaan kepada keempat atlet PON dan satu siswa yang meraih juara pantomim tingkat nasional.
Pj Bupati Bangkalan Arief M. Edie mengapresiasi prestasi atlet dan siswa di tingkat nasional.
Pencapaian mereka tidak hanya mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional. Namun, juga mampu mengibarkan nama baik Bangkalan di kancah nasional.
”Ini merupakan bukti nyata bahwa Bangkalan memiliki potensi SDM yang sangat luar biasa dan bisa bersaing dengan daerah lain di Indonesia,” imbuhnya.
Pihaknya yakin prestasi yang didapatkan akan memberikan multiplier effect yang positif untuk daerah.
Salah satunya menumbuhkan kepercayaan masyarakat luar terhadap Kabupaten Bangkalan, termasuk investor.
Sehingga, hadirnya investor ke depan akan mampu membuka lapangan pekerjaan masyarakat.
”Ekonomi masyarakat juga akan meningkat. Ke depan, kita juga bisa berkolaborasi dengan perusahaan untuk peningkatan prestasi atlet,” imbuhnya.
Kepala Dispora Bangkalan Ahmad Ahadiyan Hamid menyatakan atlet yang memperoleh medali di PON akan mendapat bonus dari pemprov.
Besarannya, peraih medali emas Rp 300 juta. Sedangkan yang mendapat perak 150 juta dan Rp 90 juta untuk peraih medali perunggu.
”Bagi yang statusnya masih siswa nantinya akan mendapatkan beasiswa dari Pemkab Bangkalan melalui dispendik,” katanya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim Wilayah Bangkalan Pinky Hidayati menyatakan Moch. Akbar Putra Taufik dan Hauqalah Fakhal Arvyello masih berstatus siswa SMA.
Pihaknya bangga dan terharu atas prestasi yang mereka persembahkan untuk Jatim.
”Saat ini kita sudah menerapkan Kurikulum Merdeka Belajar. Siswa diberi keleluasaan untuk mengembangkan minat dan bakatnya di sekolah. Sedangkan sekolah harus memfasilitasinya,” katanya.
Widjayanti Ratu Ningrat menyatakan, penampilannya di PON XXI merupakan kali keempat. Saat PON 2012, dia membawa pulang medali perunggu.
Sedangkan saat PON 2016 di Jawa Barat, perempuan berhijab tersebut menyumbang medali perak.
”Kalau PON XX yang dilaksanakan di Papua 2021 lalu saya gagal memperoleh medali,” ujarnya.
Kegagalan itu mengharuskan Yanti untuk mengikuti seleksi dari bawah agar mendapat tiket untuk tampil di PON XXI.
Namun, berkat kerja kerasnya, dia bisa kembali tampil di PON dan membawa pulang medali perunggu.
”Motivasi saya adalah keluarga. Saat melakukan persiapan, saya harus rela berpisah dari keluarga,” ujarnya.
”Maka, saya ingin membuktikan waktu saya yang berkurang dengan keluarga ini tidak sia-sia,” tandasnya. (jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News