BANGKALAN, RadarMadura.id – Pelatih Madura United (MU) Widodo Cahyono Putro mengevaluasi tim pasca ditahan imbang saat melawan Malut United di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (10/8).
Di antaranya cara membangun serangan dan menjaga fokus pemain.
Pelatih yang biasa dipanggil coach WCP itu menyatakan, timnya sering berlatih dengan berbagai skema.
Salah satunya, melaksanakan game internal antara 11 melawan 10 pemain. Bahkan, kadang melaksanakan latihan antara 11 melawan 8 pemain.
Tujuannya, agar pemain terbiasa bertanding dengan situasi unggul atau kekurangan jumlah pemain.
Menurutnya, ada beberapa evaluasi yang perlu dilakukan Laskar Sape Kerrap, julukan MU. Di antaranya, pengambilan keputusan saat tampil menyerang.
”Saat ada di sepertiga pertahanan lawan, harusnya kita memainkan bola-bola cepat. Tetapi, mungkin pemain ragu (saat menghadapi Malut) karena khawatir di-counter attack,” ujarnya.
Pekerjaan rumah (PR) selanjutnya yang harus diperbaiki adalah fokus pemain. Utamanya saat unggul gol dari lawan.
”Maka, kesalahan sekecil apa pun harus dihindari. Tapi, jangan frustasi, jangan patah semangat, kita akan menuju kesempatan yang akan datang,” tutur mantan pelatih Bali United itu.
WCP mengakui, masalah kehilangan fokus bukan persoalan baru bagi pemain MU. Masalah itu juga terjadi saat pergelaran turnamen Piala Presiden. Kondisi itu membuat MU gagal lolos di babak penyisihan grup.
Karena itu, tim harus terus berbenah agar tampil lebih baik lagi. Di laga kedua, MU akan menantang tuan rumah Barito Putera pada Jumat (16/8).
”Ini sudah kompetisi. Kalau kita kehilangan kesempatan, maka akan kehilangan poin,” ucapnya.
Pemain MU Muhammad Riski Afrisal menyampaikan, timnya akan terus berbenah agar bisa bertanding lebih baik.
Di antaranya mengevaluasi setiap kesalahan yang terjadi di timnya, sehingga tampil maksimal di laga berikutnya.
”Kami akan mencoba untuk tetap berbenah dalam latihan. Semoga bisa lebih baik lagi,” katanya. (jup/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti