PAMEKASAN, RadarMadura.id – Klub lokal sepak bola di Kota Gerbang Salam dinilai memberikan pengaruh signifikan.
Utamanya, dalam pembinaan sepak bola terhadap atlet daerah. Sebab, dapat membuka peluang klub untuk mengorbitkan pemain profesional.
Di antara klub lokal yang masih eksis dalam sepak bola yakni Rajawali FC. Klub yang bermarkas di Kecamatan Pakong itu berdiri sejak 1970.
Dalam perjalanannya, klub tersebut juga pernah mengalami perubahan nama.
”Awalnya bernama Rajawali FC Pakong berubah menjadi Persekap. Klub sempat mati suri sebelum akhirnya diubah namanya pada 2023,” tutur Pembina Rajawali FC Pamekasan Ahmad Ghazy Senin (29/4).
Sebagai klub lokal di bawah naungan PSSI Pamekasan, Rajawali FC fokus dalam pembinaan terhadap pemain-pemain potensial.
Klub ini menjadi wadah untuk mengembangkan skill pemain.
”Kami ingin anak muda di desa tidak hanya main-main saja. Mereka harus punya kegiatan positif. Salah satunya melalui sepak bola,” katanya.
”Syukur-syukur nanti bisa tembus di liga profesional,” ucap pria yang karib disapa Ghazy itu.
Dia membeberkan, beberapa pemain pernah dipanggil PSSI Pamekasan untuk membela Persepam. Di sisi lain, keberadaan Rajawali FC tidak hanya sebatas pembinaan atlet.
Lebih dari itu, pemain berkumpul untuk menyalurkan hobi dan bersilaturahmi. Klub tidak hanya diisi oleh usia muda, tapi juga pemain usia dewasa.
”Sekarang kan belum ada kegiatan. Tapi, kita bertekad untuk mengantarkan pemain ke jenjang yang lebih tinggi,” tukasnya. (afg/bil)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia