BANGKALAN, RadarMadura.id – Madura United (MU) akan melakoni pertandingan melawan tuan rumah Persija Jakarta, Rabu (22/2).
Namun, pertandingan pekan ke-25 tersebut tidak akan digelar di markas tim Macan Kemayoran –julukan Persija. Kedua kesebelasan akan bertanding di Bali.
Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, yang selama ini sering dijadikan tempat pertandingan bagi Persija belum bisa ditempati karena masih tahap renovasi.
Pemilihan tempat pertandingan melalui berbagai pertimbangan. Terutama karena tensi politik di Ibu Kota belum memungkinkan untuk pelaksanaan Liga 1.
Manajer MU Umar Wachdin membenarkan laga tandang melawan Persija tidak akan dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Melainkan, dijadwalkan untuk dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali.
”Madura United mengapresiasi pemindahan venue ini sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan kompetisi,” ujarnya.
Bagi Persija, pertandingan itu menjadi laga kandang yang terasa tandang.
Sebab, tim kebanggaan masyarakat Jakarta tersebut tidak akan didukung suporternya secara penuh. Hal tersebut akan menjadi kerugian tersendiri bagi Persija.
Padahal, selama ini saat bermain di GBK, Persija selalu tampil dengan dukungan suporter yang sangat luar biasa.
”Persija diuntungkan dengan animo suporter saat bermain di kandang. Keputusan bermain di Bali diharapkan dapat membuat laga tetap berjalan seru bagi kedua tim,” kata Umar.
Pria asal Pamekasan itu menambahkan, MU melakukan persiapan melawan Persija di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) Jumat (16/2).
Kemudian, akan berangkat ke Pulau Dewata, Bali, H-2 pertandingan melawan Persija. ”Kami bertolak Selasa (20/2),” sambungnya. (jup/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia