SUMENEP, RadarMadura.id – Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Peribahasa itu cocok untuk menggambarkan Striker Perssu Sandrian Tuslin.
Perjalanan Perssu Madura City (MC) di Liga 3 musim 2023/2024 terhenti di babak delapan besar.
Meski begitu, pencapaian Laskar Kuda Terbang –julukan Perssu MC patut diapresiasi. Sebab, tidak mudah untuk bisa lolos hingga babak delapan besar.
Salah satu pemain yang berperan besar dalam perjalanan Perssu MC di musim 2023/2024 ini yakni Sandrian Tuslin.
Pemain bernomor punggung sembilan itu mencetak sembilan gol untuk tim kebanggaan masyarakat Kota Keris. Pencapaian itu menjadikan Sandrian sebagai pemain Perssu MC paling subur.
Baca Juga: Bangkai Hiu Tutul Terdampar di Pesisir Pasean, Pamekasan, Jadi Tontonan Warga hingga Berswafoto
Sebelum bertanding, Sandrian memiliki kebiasaan beristirahat. Itu dilakukan agar kondisi fisiknya bugar. Sehingga, tampil maksimal saat bertanding dan mencetak gol sebanyak mungkin.
Pemain jangkung itu lahir dari kalangan keluarga pencinta bola. Ayahnya, Tuslin Laste, juga merupakan pemain sepak bola.
Hal tersebut memudahkan pemain berusia 30 tahun itu mengembangkan kemampuannya dalam mengolah si kulit bundar.
”Sepak bola sudah menjadi hobi sejak kecil. Mulai awal tahun berjalan sudah diajarkan nendang bola. Karena bapak saya dan lingkungan di rumah pencinta sepak bola semua,” ujarnya.
Sandrian kecil sering diajak orang tuanya saat latihan di lapangan. Dengan begitu, kecintaannya terhadap sepak bola kian tumbuh.
Sebelum menjadi pemain profesional, mantan pemain Persik Kediri tersebut mengasah kemampuannya menggocek bola di beberapa tim lokal.
Yakni, PS Harapan Baru Taipa, Rauf Junior, dan Bintang Timur Taipa.
”Tiga tim itu berkontribusi besar dalam karier saya sampai sekarang,” ujar Sandrian.
Sandrian berkali-kali pindah klub. Dia tercatat pernah berkostum Persipal Palu, Persik Kediri, Sriwijaya FC, dan Perssu MC.
Baginya, membela Perssu MC bagaikan pulang ke kampung halaman. Sebab, Sandrian bukan kali pertama menjadi bagian dari Perssu MC.
”Saya dua kali bergabung di Perssu, pertama musim 2014 saat Liga Nusantara dan 2023–2024 ini di Liga 3,” tukas Sandrian.
Putra pasang Tuslin Laste dan Norma Hukuma itu mengaku sangat senang saat mendapat tawaran untuk kembali memperkuat Perssu.
Sebab, pihaknya merasa rindu dengan keramahan masyarakat Sumenep. ”Suporternya juga sangat luar biasa euforianya,” tuturnya.
Sandrian menyatakan, menjadi pemain sepak bola profesional butuh kerja keras dan latihan rutin. Selain itu banyak belajar dari pemain yang lebih berpengalaman.
”Setiap latihan harus fokus dan konsentrasi,” sambungnya.
Pencapaian Sandrian sebagai top skor Perssu MC bukan semata-mata karena keberhasilannya, melainkan karena adanya dukungan dan kerja sama yang baik antar pemain. Juga, arahan dan bimbingan dari tim pelatih.
Baca Juga: Diskop UKM dan Naker Kembali Kucurkan Ratusan Juta demi Tarik Minat PKL dan Pengunjung Food Colony
”Kekompakan tim harus terbangun dengan baik,” ujarnya.
Dia menambahkan, ada beberapa keuntungan yang didapat dari kariernya sebagai pemain sepak bola.
Di antaranya, bisa membantu perekonomian keluarganya. Dia juga menyatakan sepak bola merupakan hobi yang dibayar.
”Yang terus memotivasi saya adalah orang tua dan pacar,” imbuhnya. (iqb/jup)