BOJONEGORO, RadarMadura.id – Perssu Madura City (MC) gagal mendapatkan poin penuh pada laga terakhir babak 8 besar grup MM Liga 3 PSSI Jatim.
Sebab, saat pertandingan melawan PSM Madiun di Stadion Letjen H Soedirman Bojonegoro Kamis (1/2) Perssu MC hanya mampu bermain seri dengan skor 4-4.
Praktis, kesebelasan asal Sumenep itu hanya memperoleh 1 poin. Sedangkan PSM Madiun mendapat tambahan 1 poin atas hasil imbang tersebut.
Sehingga, selama pertandingan babak 8 besar, PSM Madiun berhasil menduduki urutan ketiga dengan raihan 2 poin.
Sedangkan urutan paling bawah tetap dihuni Laskar Kuda Terbang. Sebab, selama pertandingan dua kali kalah dan satu kali imbang.
Sehingga, harus mengubur harapan untuk bisa lolos ke babak selanjutnya.
Pada laga terakhir, Perssu MC dan PSM Madiun bersaing cukup sengit. Mereka saling jual beli serangan hingga saling balas gol. Pertandingan berjalan cukup seru dan menegangkan.
Pada babak pertama, PSM Madiun berhasil unggul dengan skor 3-2. Di babak kedua pada menit ke-46 Perssu MC berhasil menyamakan kedudukan.
Bahkan, pada menit ke-65 Perssu MC berhasil membaikkan keadaan. Namun, pada menit ke-85 pemain Perssu MC melakukan kesalahan di area kotak penalti.
Sehingga, wasit meniup peluit dan memberikan tendangan penalti kepada PSM Madiun. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan baik oleh Obet Rivaldo.
Berkat tendangan tajamnya, dia berhasil menambah koleksi gol PSM Madiun sehingga pertandingan berakhir dengan skor seri 4-4.
Pelatih Perssu Madura City Budiardjo Thalib memohon maaf yang sebesar-besarnya karena belum bisa mengantarkan timnya menang di laga terakhir babak 8 besar.
Padahal, para pemain sudah berjuang maksimal. Namun, keberuntungan belum berpihak.
”Tim sudah berjuang dan bekerja keras untuk bisa memberikan yang terbaik. Hanya, hasil akhir memang tidak sesuai dengan yang diharapkan,” katanya.
Budi menyatakan, pada laga terakhir melawan PSM Madiun tersebut memang berlangsung cukup seru.
Kedua tim melakukan serangan penuh. Sebab, keduanya sama-sama berebut poin penuh dan berjuang meraih kemenangan demi membuka asa lolos ke babak selanjutnya.
”Banyak peluang yang seharusnya bisa berbuah menjadi gol. Namun, pemain kurang memaksimalkan peluang itu. Salah satunya peluang melalui tendangan penalti di babak pertama,” terangnya.
Selain itu, Budi mengakui para pemain kurang fokus dalam pertandingan. Banyak peluang-peluang gol yang diberikan kepada pemain lawan.
Sehingga, mereka dapat dengan mudah membalas dan mencetak gol. Padahal, timnya sudah berada di posisi menang.
”Pemain juga beberapa kali bermain kurang tenang dan kehilangan fokus. Beberapa pelanggaran seharusnya tidak perlu dilakukan. Terlebih, pada saat posisi kita sedang unggul,” ujar Budi.
Dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan semua pihak terhadap Perssu MC.
Khususnya masyarakat Sumenep dan Madura pada umumnya. Selama ini timnya sudah berupaya untuk memberikan hasil yang maksimal.
”Dalam setiap pertandingan tim selalu berjuang untuk meraih kemenangan. Namun dalam setiap kompetisi, hasil terkadang memang tidak sesuai dengan yang ditargetkan. Kita hanya bisa berusaha yang terbaik,” tandasnya. (iqb/luq)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia