SUMENEP, RadarMadura.id – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Sumenep sekarang mengalami krisis atlet. Sebab, sumber daya manusia (SDM) atlet yang dimiliki hanya 14 orang. Empat di antaranya berusia di atas batas ideal.
Pelatih FOPI Sumenep Feri tidak menampik SDM atletnya sangat terbatas. Hingga saat ini hanya belasan yang aktif mengikuti latihan di cabornya. ”Kalau yang aktif sampai sekarang hanya 14 atlet,” ucapnya Selasa (3/10).
Dari 14 atlet yang dimiliki, 4 di antaranya berusia 23 tahun. Usia tersebut sudah di luar batas ideal bagi seorang atlet kabupaten yang biasanya dipersiapkan untuk ajang olahraga provinsi (porprov). ”Kalau usia atlet porprov idealnya 22 tahun. Di kami yang usia 23 tahun sudah ada empat atlet. Sehingga, hanya sepuluh atlet yang masuk kategori ideal,” ujarnya.
Oleh karena itu, cabornya akan fokus melakukan penjaringan atlet. Namun, bukan melalui pelaksanaan event, melainkan secara door-to-door ke sejumlah masyarakat yang menggandrungi olahraga petanque.
Feri mengungkapkan, petanque merupakan salah satu cabor olahraga baru di Kota Keris. Peminatnya masih sangat sedikit. Hal tersebut yang menjadi kesulitan cabornya untuk menjaring atlet-atlet baru. ”Paling nanti kita door-to-door agar jumlah atlet ideal,” katanya. (iqb/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia