SAMPANG, RadarMadura.id – Arah pembinaan atlet pasca perhelatan Porprov VIII belum jelas. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang beralasan masih menunggu kebijakan dari pemkab untuk menentukan skema pembinaan ke depannya.
Direktur Teknik dan Konsultan KONI Sampang Soldier of Fortuna mengaku tetap melakukan pemantapan atlet di setiap cabang olahraga. Kendati sampai sekarang belum ada kepastian tentang kebijakan pembinaan.
”Kami juga belum tahu ke mana arah kebijakan dari Pemkab Sampang,” ucapnya Selasa (3/10).
Soldier mengungkapkan, salah satu pola pembinaan atlet yang efektif yaitu dengan melaksanakan pemusatan latihan kabupaten (puslatkab). Hal tersebut dibuktikan dengan pencapaian di Porprov VIII yang sangat positif.
”Sebelum porprov, selama sembilan bulan atlet Sampang menjalani latihan di Surabaya. Di sana mereka benar-benar fokus tanpa ada gangguan. Sehingga, hasilnya maksimal,” imbuhnya.
Dia menambahkan, sebagian besar atlet berstatus pelajar. Maka jika pola pembinaan dilakukan dengan cara puslatkab di luar daerah, dibutuhkan kerja sama antara KONI dengan sekolah. Agar atlet bisa berlatih secara fokus dan baik.
”Kami masih menunggu kebijakan yang akan diambil. Saya meyakini bahwa sumber daya manusia (SDM) olahraga di Sampang itu cukup bagus. Hanya, perlu pembinaan saja,” katanya. (afg/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia