Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Atlet Sakit dan Pembinaan Kurang Maksimal, Perolehan Medali IPSI Pamekasan Merosot

Berta SL Danafia • Senin, 28 Agustus 2023 | 15:59 WIB
TERLATIH: Atlet Ipsi Pamekasan mengikuti porprov VIII di auditorium Universitas Darul Ulum, Jombang, Jumat (25/8). (IPSI UNTUK JPRM)
TERLATIH: Atlet Ipsi Pamekasan mengikuti porprov VIII di auditorium Universitas Darul Ulum, Jombang, Jumat (25/8). (IPSI UNTUK JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Perolehan medali cabang olahraga (cabor) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Pamekasan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) VIII kurang memuaskan. Sebab, hanya mampu membawa pulang tiga medali.

Yakni, satu emas dan dua perunggu. Perolehan itu tidak lebih baik dibandingkan Porprov VII 2022 yang berhasil membawa pulang lima medali. Yakni, dua medali emas, dua perak, dan satu perunggu.

Sekretaris Umum (Sekum) IPSI Pamekasan Abdul Muid menyampaikan, cabornya membawa 20 atlet di ajang porprov VIII. Perinciannya, delapan atlet diturunkan di kategori tanding dan 12 pesilat untuk kategori seni. Pertandingannya digelar Minggu (20/8)–Jumat (25/8).

Tiga medali yang berhasil dibawa pulang berasal dari kategori seni. ”Medali emas diraih dari kategori seni ganda putri, sedangkan dua medali perunggu didapat dari kategori beregu putra dan putri,” ucapnya Minggu (27/8).

Muid mengaku tidak puas terhadap raihan medali yang diraih atletnya. Sebab, perolehannya merosot jika dibandingkan Porprov VII 2022 yang digelar di Lumajang. Saat itu cabornya membawa pulang lima medali. ”Yakni, dua medali emas, dua medali perak, dan satu perunggu,” ujarnya.

Ada beberapa kendala yang mengakibatkan atletnya tidak bisa tampil maksimal dan mengulang kesuksesannya di ajang porprov. Salah satunya, atlet andalannya ada yang jatuh sakit. Kondisi tersebut dialami peroleh medali emas di porprov VII. ”Karena kurang fit kondisinya, akhirnya hanya puas meraih medali perunggu,” ujarnya.

Pihaknya menilai, persaingan porprov tahun ini jauh lebih berat jika dibandingkan 2022. Buktinya, banyak peraih juara di porprov tahun lalu yang tumbang di porprov VIII. Salah satunya, atlet silat Bangkalan.

Muid menambahkan, kegagalan cabornya di ajang porprov VIII juga dipengaruhi faktor pembinaan yang kurang maksimal. Hal tersebut dipengaruhi kurangnya anggaran pembinaan. Akibatnya, pemusatan latihan kabupaten (puslatkab) kurang maksimal.

”Jika anggarannya kurang, persiapan dan fasilitas latihan atlet kurang maksimal. Dengan demikian, persiapan atlet menjadi sedikit kurang matang,” jelasnya.

Atlet binaannya yang gagal tidak boleh berkecil hati. Kegagalan yang dialami harus dijadikan motivasi untuk bisa lebih baik. ”Mudah-mudahan ke depan mendapat support materiel yang lebih bagus dibandingkan dengan tahun ini, sehingga persiapan atlet lebih maksimal,” ujarnya. (bai/jup)

Editor : Berta SL Danafia
#atlet #medali #ipsi #pamekasan #porprov #pencak silat #radar madura