PAMEKASAN, RadarMadura.id – Paguyuban Kacong Cebbhing Ronggosukowati Pamekasan menggelar Sarasehan Kebudayaan 2024 dengan tajuk Kembali pada Keagungan Tradisi Madura.
Kegiatan yang digelar Minggu (10/11) itu bekerja sama dengan Dewan Kesenian Pamekasan (DKP).
”Madura kaya kesenian dan kebudayaan, khususnya di Pamekasan. Karena hal ini menjadi aspek penting yang harus dipahami dan diketahui generasi muda,” ujar Ketua Paguyuban Kacong Cebbhing Ronggosukowati Pamekasan Rais Amin Mahmud.
Sarasehan Kebudayaan 2024 digelar secara berkala dengan empat kali pertemuan. Pertama, membicarakan Islam dan sejarah Pamekasan.
Kedua, bahasa dan sastra Madura. Ketiga, baju tradisional, senjata, dan taneyan lanjang. Yang terakhir, tembang macapat, seni karawitan, dan tari.
Materi pertama oleh Raden Miftah. Dia menjelaskan awal pemerintahan dan masuknya Islam di Pamekasan yang dipelopori oleh Aryo Menak Senoyo sekitar abad 14, dengan membuka wilayah di Parupuh, yang saat ini dikenal dengan Kecamatan Proppo.
Ada banyak peninggalan yang ditinggalkan Aryo Menak Senoyo selaku raja pertama kerajaan Islam di Pamekasan.
Mulai dari bekas benteng hingga tiga sumur yang saat ini masih terjaga kelestariannya.
”Ada juga langgar Keraton Gayam yang digunakan Aryo Menak Senoyo untuk berdakwah di Pamekasan,” sebutnya.
Penyebaran Islam yang dilakukan Aryo Menak Senoyo sangat ramah dan tidak memaksa.
Anak-anak yang belajar Islam tidak langsung dibaiat. Tetapi, dibiarkan dengan kesadarannya sendiri setelah dewasa.
”Dakwah yang digunakan Aryo Menak Senoyo untuk menarik masyarakat yang saat itu masih zaman Hindu-Buddha, salah satu medianya adalah macapat. Perlahan, masyarakat banyak yang tertarik dan masuk Islam,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DKP Widya Pratopo mengaku sangat bangga terhadap generasi muda yang bersemangat mempelajari dan menggali sejarah, seni, dan kebudayaan Madura.
”Karena itu, DKP memberikan support penuh acara sarasehan kebudayaan ini,” pungkasnya. (lil/jup)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Berta SL Danafia