Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Catatan Saling Silang Book Market (SSBM); Ruang Kolaborasi, Diskusi, dan Ekonomi Berbagi

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 26 Mei 2024 | 17:23 WIB
KOLABORATIF: Panitia SSBM berfoto dengan Ara Fiansyah dan Komunitas Seruba seusai acara di Gedung Shelter Pemuda, Kompleks Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (18/5) malam. (AGUNG WICAKSONO UNTUK JPRM)
KOLABORATIF: Panitia SSBM berfoto dengan Ara Fiansyah dan Komunitas Seruba seusai acara di Gedung Shelter Pemuda, Kompleks Pendopo Agung Bangkalan, Sabtu (18/5) malam. (AGUNG WICAKSONO UNTUK JPRM)

Oleh INA HERDIYANA

 

”Membaca buku tidak bisa digantikan dengan TikTok atau nonton film karena kerja otak hanya bisa dilatih menjadi tajam dengan cara berdialog.” (Karlina Supelli, filsuf dan astronom)

 

MENGAPA harus buku? Jawabannya sesuai dengan pernyataan Karlina Supelli bahwa membaca buku lebih dari sekadar tahu tentang informasi seperti yang lewat di beranda media sosial (medsos).

Membaca buku sama halnya dengan melatih ketajaman otak dalam berpikir sehingga lebih peka, kritis, dan analogis.

Pembaca buku yang baik akan mampu mengonfrontasikan kesadarannya dengan masalah-masalah yang terdapat di dalam buku yang dibaca.

Buku ibarat cermin yang dapat merefleksikan apa yang dilihat dan diketahui manusia tentang dunia. Jadi, tidak salah jika ingin melihat dunia secara lebih luas, maka biasakanlah membaca.

Dari kebiasaan itulah akan tercipta rutinitas. Dengan begitu, ketika tidak membaca dalam sekali waktu, serasa ada yang kurang.

Selain menambah wawasan pengetahuan, dengan membaca akan menambah perbendaharaan kosakata.

Tanpa harus menghafal, kata-kata itu akan terserap ke dalam otak sehingga dapat meningkatkan kemampuan berpikir.

Buku adalah warisan abadi. Meski keberadaannya telah berabad-abad, bahkan penulisnya telah tiada, isi dari buku senantiasa melekat di pikiran. Penulisnya pun dikenang sepanjang hayat.

Membaca buku akan melatih kesabaran. Namun, setiap lembarnya selalu memberikan kejutan menakjubkan.

MELEK LITERASI: Pengunjung memilih buku di stan bazar SSBM, Gedung Shelter Pemuda, Kompleks Pendopo Agung, Sabtu (18/5). (AGUNG WICAKSONO UNTUK JPRM)
MELEK LITERASI: Pengunjung memilih buku di stan bazar SSBM, Gedung Shelter Pemuda, Kompleks Pendopo Agung, Sabtu (18/5). (AGUNG WICAKSONO UNTUK JPRM)

Menurut Tarigan Darmadi (2018), membaca adalah suatu proses untuk memperoleh pesan yang disampaikan penulis melalui media bahasa tulis.

Jadi, ada proses reseptif ke dalam otak, baik berupa lambang huruf, ide, maupun pesan sehingga terserap menjadi sesuatu yang bermakna.

Mengingat pentingnya buku dan membaca, apakah realitas yang kita lihat saat ini sudah sesuai dengan harapan, khususnya di Madura?

Sebenarnya tidak perlu jawaban sesuai atau tidak, tetapi cukup dengan pertanyaan, sudahkah kita memulainya.

Kesadaran itu bisa dimulai secara personal maupun dengan cara bersama, misalnya, dalam komunitas.

Melihat dunia literasi di Madura, mulai dari Bangkalan hingga Sumenep, mengalami perkembangan dari waktu ke waktu.

Hal itu ditandai dengan munculnya beragam komunitas literasi. Misalnya, di Bangkalan ada Komunitas Masyarakat Lumpur.

Di Sampang ada Komunitas Sastra Stingghil dan Sastra Sreseh. Kemudian, di Pamekasan ada Sivitas Kotheka dan di Sumenep ada Rumah Literasi, Damar Korong, Malate Art Space, dan lain-lain.

Kemunculan komunitas literasi itu menjadi angin segar. Sebab, dari situlah kemungkinan besar akan muncul penulis-penulis buku yang hebat.

Karena itu, pada momen Hari Buku Nasional 2024 ini, Bangkalan Creative Hub bersama Ina Litera berinisiatif mengadakan kegiatan Saling Silang Book Market (SSBM).

Acara itu dilaksanakan Sabtu, 18 Mei 2024, di Gedung Shelter Pemuda (Kompleks Pendopo Agung Bangkalan).

BERI APRESIASI: Kabid Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Pustaka Dispusip Bangkalan Anik Susanti mengunjungi stan bazar SSBM di Gedung Shelter Pemuda, Kompleks Pendopo Agung, Sabtu (18/5).
BERI APRESIASI: Kabid Pengolahan, Layanan, dan Pelestarian Bahan Pustaka Dispusip Bangkalan Anik Susanti mengunjungi stan bazar SSBM di Gedung Shelter Pemuda, Kompleks Pendopo Agung, Sabtu (18/5).

SSBM hadir menjadi ruang bagi insan buku. Mulai penulis, pembaca, kolektor, penerbit, komunitas literasi, penjual, dan perorangan yang memiliki kecintaan terhadap buku.

SSBM mengusung konsep kolaborasi (collaboration), diskusi (discussion book), ekonomi berbagi (sharing economy), dan berkelanjutan (sustainable).

Ada beberapa komunitas, lembaga, toko buku, dan perorangan yang berpartisipasi dalam event ini.

Antara lain, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Bangkalan, Komunitas Damar Korong, Arsip Prosa Madura, Rumah Kubuku, Madura Pintar, Intensif Books, Penerbit Terang, Jawa Pos Radar Madura, dan lain-lain.

Dalam SSBM ini, ada tiga kategori pengelompokan buku. Pertama, buku baru untuk dijual. Kedua, buku bekas (preloved) untuk dijual.

Ketiga, buku bacaan bagi pengunjung yang hanya ingin menikmati suasana acara sambil membaca.

Untuk yang ketiga ini, ada dua lokasi. Pertama, di area outdoor terdapat mobil perpustakaan keliling yang disediakan Dispusip Bangkalan dengan nuansa alam terbuka.

Kedua, di area indoor, yaitu pojok baca (reading corner) yang nyaman untuk daya konsentrasi membaca.

Di ruang ini, banyak tersaji buku bacaan fiksi dan anak dari Rumah Kubuku dan Ina Litera.

Ada sekitar 400 buku yang terkumpul dari partisipan SSBM. Buku tersebut terdiri atas berbagai genre, baik nonfiksi maupun fiksi.

Misalnya, sejarah, biografi, motivasi, novel, cerpen, kumpulan puisi, dongeng, esai, dan lain-lain.

Tujuan SSBM ini adalah mengumpulkan insan perbukuan agar saling mengenal sehingga terbentuk satu klub pencinta buku.

Dengan begitu, akan menumbuhkan kesadaran untuk membaca. Selain itu, agar mereka bisa saling berbagi ilmu dan trik pemasaran sehingga terjadi pertukaran pengetahuan dan ekonomi.

APRESIATIF: Pustakawan Ahli Muda Dispusip Bangkalan Siti Aisyah (empat dari kiri) mendampingi Duta Baca Bangkalan Tingkat SMP bersama panitia saat malam puncak SSBM di Gedung Shelter Pemuda.
APRESIATIF: Pustakawan Ahli Muda Dispusip Bangkalan Siti Aisyah (empat dari kiri) mendampingi Duta Baca Bangkalan Tingkat SMP bersama panitia saat malam puncak SSBM di Gedung Shelter Pemuda.

SSBM kali ini merupakan agenda pertama. Acara ini terselenggara atas gagasan Asmadi bersama kawan-kawan. Antara lain, Nadia Hawarul Aini, Nasrul Anas, Ina Herdiyana, Agung Wicaksono, Zeinul Isbat, R Dian Kunfillah, Achmad Andrian Febriyanto, dan Muhari Aqil Salman.

Semoga perencanaan SSBM berikutnya lebih matang dan lebih luas menjangkau masyarakat pembaca.

Dalam SSBM ini, juga ada diskusi ringan tentang buku Dalil Penghalau Sang Batil karya Satrio Dwicahyo.

Diskusi itu dilaksanakan melalui Zoom Meeting bersama Willy Alfarius, editor buku tersebut, dan dipandu oleh Nasrul Anas.

Selain tentang buku, dalam SSBM juga ada Hearing Session & Artist Talks Ara Fiansyah yang meluncurkan album perdananya, Dunia Berubah Kenangannya Tetap.

Jadi, dalam event ini, selain bisa membaca dan berbelanja buku, pengunjung juga bisa menyaksikan live music serta mendengar cerita proses kreatif Ara Fiansyah dalam menciptakan lagu.

Bagi yang tertarik dengan seni lukis juga bisa belajar melukis bareng Komunitas Seni Rupa Bangkalan (Seruba) sambil menyeruput secangkir kopi dari Neka Ruang Kopi. Jadi, pengunjung yang hadir ibarat sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. (*)

*)Editor bahasa Jawa Pos Radar Madura, pengelola Ina­ Litera

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#diskusi #Madura Pintar #ekonomi #SSBM #jawa pos radar madura #Intensif Books #Rumah Kubuku #Penerbit Terang #Komunitas Damar Korong #buku #kolaborasi #arsip prosa madura #Dispusip bangkalan #berbagi #Komunitas Masyarakat Lumpur #membaca