Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Refleksi Hari Bahasa Arab Sedunia 2023; Antara Kontribusi dan Ironi

Hera Marylia Damayanti • Senin, 18 Desember 2023 | 14:15 WIB
Mohammad Affan
Mohammad Affan

Oleh MOHAMMAD AFFAN

SETIAP 18 Desember diperingati sebagai Hari Bahasa Arab Sedunia yang dideklarasikan sejak 2012 oleh UNESCO, organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang membidangi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Tahun ini tema yang diangkat adalah Arabic–The Language of Poetry and Arts. Melalui tema ini, UNESCO meneguhkan keindahan dan kekuatan bahasa Arab atas kontribusinya dalam bidang puisi dan seni.

Berbagai rangkaian kegiatan disiapkan UNESCO sepanjang bulan Desember. Mulai dari pameran, publikasi, pentas seni, hingga konferensi internasional yang melibatkan para peneliti, akademisi, dan pimpinan lembaga dari berbagai belahan dunia. Deretan acara ini ingin mengeksplorasi berbagai kontribusi bahasa Arab dalam membentuk pengetahuan, transformasi sosial, dan keragaman budaya melalui karya puisi dan seni.

Peringatan tahun ini memang cukup istimewa karena bertepatan dengan perayaan 50 tahun proklamasi bahasa Arab sebagai salah satu dari enam bahasa resmi PBB. Sebagai salah satu bahasa tertua di dunia, bahasa Arab telah memberikan kontribusi besar dalam bidang puisi dan seni selama setengah abad terakhir. Berbagai karya puisi dan seni yang memukau telah dihasilkan para penulis, sastrawan, seniman, dan budayawan yang menggunakan bahasa Arab sebagai medium ekspresi mereka.

Puisi Arab telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kebudayaan Arab selama berabad-abad. Dalam 50 tahun terakhir, kita menyaksikan ledakan kreativitas dalam bidang puisi Arab. Para penyair Arab modern tidak hanya mengeksplorasi tema-tema tradisional, tetapi juga menghadirkan perspektif kontemporer tentang kehidupan, cinta, dan tantangan zaman. Najib Mahfuz, penyair berkebangsaan Mesir yang meraih nobel kesusastraan pada 1988 adalah contoh konkret pencapaian prestasi sastrawan Arab modern.

Selain puisi, seni visual juga telah menjadi wahana ekspresi yang penting bagi komunitas berbahasa Arab. Kaligrafi, lukisan, fotografi, dan seni rupa lainnya telah menjadi platform untuk mengekspresikan gagasan dan emosi seniman Arab. Karya seniman Arab kerap kali mencerminkan harmoni antara tradisi dan inovasi, menyatu dalam keindahan visual yang menginspirasi.

Berbagai kontribusi di bidang puisi dan seni Arab tidak hanya memperkaya warisan dunia, tetapi juga membuka pintu dialog lintas budaya. Bahasa Arab telah menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai komunitas dan merayakan keanekaragaman dunia.

Ironisnya, sementara dunia merayakan kekayaan bahasa Arab dan keindahan seni serta puisi yang dihasilkannya, rakyat Palestina, terutama anak-anak, perempuan, dan kelompok rentan di wilayah Gaza, tenggelam dalam duka yang mendalam. Sudah dua bulan lamanya, mereka harus menghadapi serangan dan pemboman yang tak kenal ampun dari pasukan Israel. Sayangnya, isu ini tidak mendapat porsi dalam rangkaian acara yang digelar UNESCO.

Peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia selayaknya mengangkat isu yang lebih konkret dan urgen. Penulis tidak bermaksud menafikan kontribusi karya sastra Arab di masa lalu, tapi persoalan kemanusiaan di Palestina jauh lebih penting dan mendesak. Bahasa Arab dapat menjadi alat untuk menyuarakan harapan perdamaian, sebagaimana puisi dan seni Arab banyak mengimajinasikan kedamaian.

Bahasa Arab, dalam keindahan puisi dan seninya, dapat menginspirasi perdamaian dengan membangun jembatan empati dan pengertian antar kelompok yang terlibat. Program seni dan pendidikan yang berfokus pada perdamaian dapat menjadi langkah positif dalam menyatukan komunitas dan memperkuat tekad mereka untuk mencapai solusi yang adil.

Peringatan Hari Bahasa Arab Sedunia tahun ini harus menjadi panggilan bagi solidaritas internasional. Dunia tidak boleh mengabaikan penderitaan rakyat Palestina. Bahasa Arab, yang dihargai dan dirayakan, harus digunakan sebagai alat untuk memperkuat panggilan perdamaian dan mempercepat upaya-upaya untuk mengakhiri konflik di wilayah tersebut.

Solidaritas internasional dapat mengambil berbagai bentuk peran, mulai dari dukungan finansial untuk rekonstruksi, perundingan damai, atau program pendidikan dan kebudayaan bagi generasi muda Palestina. Setiap negara, organisasi internasional, dan individu memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi pada upaya menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyat Palestina hidup dalam perdamaian dan keadilan.

Baca Juga: Salurkan Bantuan Puluhan Juta untuk Palestina, RSUD dan IDI Sumenep Sukses Gelar Turnamen Futsal RSUDMA Cup 2023

Bagi para peneliti, akademisi, maupun mahasiswa yang menggeluti bidang bahasa dan sastra Arab, kepedulian terhadap Palestina dapat diwujudkan dengan mengkaji dan mengeskplorasi berbagai karya sastrawan dan seniman Palestina. Karya-karya tersebut merefleksikan berbagai momen historis perjuangan bangsa Palestina sekaligus merepresentasikan pergolakan pemikiran dan perasaan sastrawan Arab melihat situasi negerinya. Kajian karya-karya tersebut akan menjadi resonansi bagi perjuangan Palestina meraih kemerdekaan dan kedamaian.

Penulis bersama rekan-rekan dosen di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan, Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), telah mulai merintis hal ini dalam dua tahun terakhir. Mahasiswa BSA didorong untuk meneliti karya-karya sastra Arab yang bertemakan perjuangan Palestina. Sebagian mahasiswa tersebut telah lulus dan diwisuda pada 9 Desember 2023.

Tentu saja hal ini hanyalah bagian kecil dari bentuk kepedulian terhadap bahasa Arab dan bangsa Palestina. Lebih dari itu, dunia harus berkomitmen untuk menghormati dan merayakan kontribusi bahasa Arab bagi perdamaian, bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi juga sebagai panggilan untuk penegakan keadilan dan kemanusiaan di bumi Palestina. (*)

*)Kaprodi Bahasa dan Sastra Arab STAI Darul Ulum Banyuanyar, Pegiat Forum Doktor Peradaban (FDP)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#seni Arab #seniman Arab #bahasa arab #unesco #palestina #Hari Bahasa Arab Sedunia #pbb