Puisi Terbang
Angin memincut mulut malam
Dengan benang keabadian
Jangkrik melontarkan mantranya
Supaya gema tak dipenjara
Mata menyerap kata
Dari kawanan semut yang berdansa
Terbitlah puisi tanpa sayap
Tapi terbang bagai kunang-kunang
Pintu dunia segera tutup
Bersama berangkatnya sajak tunggal
Supaya imajinasi yang terkunci
Gantung diri hingga mati
Battangan, 2023
………………………….
Pena
Kencing sejuta makna
Hanya kami yang punya
Kekasih seluas lautan
Hanya kami yang rasakan
Angin mengitari malam
Mencari ketenangan dan harapan
Segelas abjad mengutuk makna
Menjadi tebeng maha siksa
Padam bagi kami
Adalah belantara dalam hutan
Rumah berlinang darah
Paduan menyeramkan amat menakutkan
Battangan, 2023
………………………….
Sarung
Takdir dan petir
Adalah satu racikan
Untuk kami musuh kafir
Pekatnya nasib duniawi
Jadi panah pemangsa bulan
Yang elok dikenang
Dan seutuh kopi hitam
Majikan mengantar paham
Membunuh kuman tanpa tangan
Hanya irama-irama putih
Dengan kapten sang kyai
Battangan, 2023
………………………….
Tafsirul Jalalin
Di padang gersang bergelombang
Angin mengayunkan pena
Mendengar irama petir
Tinta terlantar
pekatnya duka di warnanya
terkurap diwajah ini
satu per satu gelombang hilang
bekasnya berkah yang amerta
makna demi makna di mangsa
biar puasnya duniawi tertanam
dan ukhrawi memanen bintang
ya Ilahi
ya Rabbi
”ini hati dermaga merah
isilah dengan percikan surga”
Battangan, 2023
………………………….
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Hera Marylia Damayanti