Puisi MH. Dzulkarnain

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Minggu, 24 September 2023 | 18:34 WIB

 

Puisi MH. Dzulkarnain. (JPRM)
Puisi MH. Dzulkarnain. (JPRM)

KUPADAKU  

1/

Pulanglah aku...

pulanglah,

di sana ada ruang

untuk aku raungkan

setelah beberapa lama

sunyi mengunjungi

waktu-waktu yang terparkir rapi 

 

2/

Mandilah aku...

mandilah,

sebab banyak kata

yang memerkosa 

tubuhmu yang tabah

maka bilaslah dengan mantra

 

3/

Sujudlah aku...

sujudlah,

ada yang Wujud sifatnya

tiada ia selain Ia

karena-Nya

setiap yang lahir akan ke hilir 

kepada-Nya 

segala yang datang akan pulang 

 

4/

Makanlah aku...

makanlah,

jangan biarkan

waktu hidup kelaparan

banyak menu di meja makan

yang perlu disayang

 

5/

Minumlah aku...

minumlah,

ada dahaga

di setiap celah-celah tubuhnya

ia meraba ke sekujur rasa;

ah, segar telah tiba

6/

Bersyukurlah aku...

bersyukurlah,

ada yang Mahakasih

yang harus setia aku puji

tiap hari tiap kali

di mana aroma surga mendatangi

 

7/

Berdoalah aku...

berdoalah,

demi masa dan segalanya 

yang terkurung di kamar distopia

tak tahu jalan untuk keluar

hanya kembang-kembang cerita

yang hampir pudar

 

8/

Aminlah aku...

aminlah,

segala yang semoga tumpah 

di atas sajadah

dengan seruan dan pujaan

yang sukar mereda

tanpa titik atau koma

 

9/

Bacalah aku...

bacalah, 

bait-bait ini bermunculan

dari kesunyian yang tersunyi

di mana cuma ada tembakau 

dan kepulan asap yang penuh galau 

menari-nari di kepala; ah, risau

 

10/

Berpuisilah aku...

berpuisilah,

sebelum Israfil dan Izrail 

membuat aku menggigil

di tiap-tiap ibadah yang terlupa, 

maka sebelum itu pula, akuilah aku sebagai puisi yang baqa setelah-Nya

 

Bandung, 2023

………………………………….

 

RUANG

 

barang kali di sana

ada ruang

untuk ku berteduh

dari raung-raung ketakutan

di sini,

sunyi terus menerkam tubuh

mencoba mencabit-cabit surgaku

obituari di mana-mana;

kadang meraba dada

kadang mengelus-elus kepala

sesekali ia mengingatkanku

untuk pergi ke ruang-Nya

barang kali disana

aku bertemu

saudara

yang iba.

 

Bandung, 2023.

………………………………….

 

PUISI INI

 

Tuhan…

Terima kasih,

atas izin yang Kau beri

surgaMu

telah kami copy paste

malam ini,

tepatnya

pada tubuh

puisi ini

 

Bandung, 2023.

………………………………….

 

DI KENING MALAM MINGGU #2

-syafa putri nabila

 

di kening malam minggu

ada sepotong cerita di atas meja

tentang seorang wanita

yang sukar berkata-kata

 

di atas meja itu

malam minggu selalu merindukan

minggu yang lalu

di mana kopi buatan ibu

sering membuat cemburu wanitaku

 

cakap-cakap itu

terus terngiang-ngiang di kendang telinga waktu

hingga subuh membangunkan tubuh

 

namun semenjak kepergianmu

pelukan Tuhan pun

terasa angin

hilang tanpa bekas

 

dulu kau buat libur tidurku

sekarang aku telah tidur dalam liburmu

 

Bandung, 2023.

………………………………….

*)Mahasiswa Prodi Aqidah dan Filsafat Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pemuda kelahiran Sumenep.

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia
bandung Puisi Ini ruang Kupadaku Di Kening Malam Minggu