Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Puisi-Puisi Yoga Zulkarnain

Berta SL Danafia • Selasa, 19 September 2023 | 16:46 WIB
Ilustrasi. (blogspot.com)
Ilustrasi. (blogspot.com)

Di Tubuh Sajadah

Zikir-zikir tumpah

Menyapa tubuh-tubuh sajadah

Merayu hamba-hamba Tuhan

Yang masih gundah dengan keluarganya

Doa-doa merayap dari dinding ke jendela

Dari jendela ke plafon rumah

Dan di sanalah ia bertemu dan bertamu

Pada seorang kekasih yang sedang menyeduh rindu

Bandung, 2023

…………………………………

 

Wajah Sepertiga Malam

Tubuh terbangun dari segala keremukan waktu

Wajah yang dulunya temaram di luar jendela

Kini basah oleh sepertiga malam

Embun-embun suci jatuh ke pangkuannya

Dingin, memeluk sekujur tubuh waktu

 

Tuhan, terimalah wajah pendosa ini

Di sepertiga malam-Mu yang sunyi

Kata-kata yang menjelma kepompong doa

Telah retak di atas sajadah

 

Sujud ini begitu larut

Hanya kepada yang Wujud

Tiada malam yang kelam

Selain bermalam dengan-Mu

Bandung, 2023

…………………………………

 

Panggilan

Kaki-kaki mulai beranjak

Meninggalkan gubuk-gubuk retak

Mendatangi suara itu

Suara yang membuka dan menutup mata

qad qaa matishalah

qad qaa matishalah”

Panggilan

Panggilan

Panggilan

Mari menghamba pada-Nya

Bandung, 2023

…………………………………

 

Pada Hening

Pada hening yang bising

Remang-remang cahaya

Berhasil membungkus wajahmu

Yang maha aduh yang maha pengubur pilu

 

Tak ada suara kecuali bunyi-bunyi puisi ini

Sesekali desir lembut angin mengecup kening

 

Entah sampai kapan sepi ini terus-terusan

Mengiris-iris sekujur tubuh waktu

Dengan tajamnya sebilah rindu

Luka-luka bernyanyi

Dan menari-nari

Di tengah-tengah puisi ini

 

Pada hening ini

Aku begitu nakal memujamu

Kepadamu

Untukmu

Memang kamu

Dan hanya kamu.

Bandung, 2022

…………………………………

 

Di Padang Rumput Itu

Di padang rumput itu, tepatnya di pundak batu-batu

Aku menitip doa-doa dan menutup segala yang resah

Di sanalah beberapa rubaiat kubuat

Dari keheningan sepi dari kedinginan kopi

Dan dari kebisingan obituari

 

Waktu terus memeluk tubuhku yang bersedih dari kepergiannya

Remuk segala kebahagiaan bersama harap yang sedang merayap di jendela

Sesal menggumpal dalam dada

 

Di padang rumput itu, burung-burung bercumbu-ria dengan para kekasihnya

Walau tak ada rumah sebagai tempat tuk mereka singgah

Melihatnya; aku cemburu buta, sebagai hamba dari Ia yang Pengasih

Namun mengapa sampai saat ini aku malah jadi benalu diri sendiri

 

Sedih betul hidup ini layaknya mawar yang diselingkuhi melati dengan kumbang

Layaknya sampah yang disampah-sampahkan oleh sampah peradaban

Layaknya seorang gila yang disuruh pura-pura gila di jalanan

 

Di padang rumput itu, adalah sebagai tempat pertama

Di mana aku melukis perjalanan tubuhmu dengan angin yang menyapa

Besama tenggelamnya sepotong senja milik Seno Gumira pada pacarnya

 

Di padang rumput itu, aku begitu nakal merindukanmu.

Bandung, 2023

…………………………………

 

Nelayan

Lihatlah, 

Para orang-orang di sana

Mereka berselimut angin

Dan berbantal ombak

Hidup dengan layar

Yang membawanya

Ke dada samudra

Dengan jala

Yang membuatnya semringah

Ikan dan lokan-lokan lainnya

Adalah doa-doa yang berenang riang

 

Terkadang maut-maut itu menyambut

Meraba ke sekujur waktunya

 

Keluarga hanya bisa

Menggenggam sekepal harap

Antara pulang

Dan tak datang

Setidaknya Tuhan

Bersama di atas sampan-sampan

 

Di keningnya yang keriput

Sungguh terlihat kasih sayang laut;

”aku adalah sebagian dari hidupmu”

Bandung 2023

…………………………………

 

*) Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung kelahiran Sumenep. Alumnus Pondok Pesantren Annuqayah. Salah satu kontributor antologi puisi Dari Negeri Poci Khatulistiwa (KKK, Jakarta 2021).

Editor : Berta SL Danafia
#sastra #seni #puisi #budaya #sajadah