JAKARTA, Jawa Pos Radar Madura – Coronavirus disease 2019 (Covid-19) menjadi tema penerbitan buku puisi karta wartawan-penyair. Sebanyak 99 karya yang lolos kurasi diumumkan Selasa (4/8). Satu di antaranya merupakan karya penyair yang juga wartawan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Lukman Hakim AG.
Puisi berjudul Tiba-Tiba Kita itu masuk dalam daftar karya wartawan-penyair yang segera terbit. Proses kurasi dilakukan oleh budayawan Remy Sylado.
Humas panitia buku puisi korona wartawan-penyair Dheni Kurnia bersyukur telah berhasil memilih 99 puisi karya. Penentuan karya yang lolos setelah melakukan kurasi dari sekian ratus puisi. Mengumpulkan puisi, riwayat hidup (yang cocok dengan wartawan-penyair) dan foto (yang tak melanggar hak cipta) secara lengkap.
Sembilan puluh sembilan puisi itu terdiri atas 97 karya wartawan-penyair hasil seleksi kurator tunggal budayawan Remy Sylado dan 2 penyair ”undangan khusus”. Yaitu, Sutardji Calzoum Bachri dan Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus). ”Kami juga membuat prolog oleh Remy Sylado dan epilog oleh Prof. Abdul Hadi W. M,” terang Dheni Selasa (4/8).
Panitia mengucapkan terima kasih kepada Remy Sylado yang sudah bekerja keras menyeleksi puisi-puisi yang dikirim. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Prof. Abdul Hadi W. M yang terus memantau dan membuat epilog. Terima kasih juga kepada Prof. Muhadjir Effendy yang memberikan dorongan moril untuk mewujudkan penerbitan buku ini.
”Kami tegaskan, hasil kurasi ini bersifat final dan mengikat. Artinya, keputusan kurator dan panitia bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat,” tegas Dheni.
Panitia menyediakan honorarium Rp 500 ribu bagi wartawan-penyair yang puisinya lolos kurasi dan diterbitkan pada buku ini. Honor akan diberikan setelah buku terbit. Buku ini digarap oleh panitia yang terdiri atas Remy Sylado (ketua), Prof. Abdul Hadi W. M (wakil ketua), Wina Armada Sukardi (anggota), Dheni Kurnia (anggota), Benny Benke (anggota), Sihar Ramses (anggota), dan Agatha Tan (anggota).
Selain itu, mereka dibantu oleh panitia pelaksana. Yaitu, Remy Sylado (kurator), Wina Armada Sukardi (koordinator), Dheni Kurnia, Benny Benke (humas), Agatha Tan (editor), Yere Agusto (desain cover) serta Pramudya (layouter).
Berikut nama-nama wartawan yang lolos kurasi berdasarkan alpabetis.
PUISI TAMU
A
Sutardji Calzoum Bachri
Satu
B
Kiai Haji Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus)
Sabda Bumi
Puisi Wartawan Penyair
1. Acep Syahril: pandemi di luar akal sehat
2. Achiar M Permana: Pada Setiap Mata Kulihat Kilat Curiga
3. Adri Darmadji Woko: Dalam Perang dan Damai
4. Ahmad Istiqom: Sajak Pageblug
5. Ahmadun Yosi Herfanda: Kau Datang Tanpa Mengetuk Pintu
6. Akhlis Suryapati: Milenial Korona
7. Akhmad Sekhu: Pelajaran Untuk Selalu Cuci Tangan
8. Amir Machmud: Semesta Misteri yang Terbaca Samar
9. Anwar Putra Bayu: Sekejap Aku Berlalu
10. Arbi Tanjung: Jaga-Jaga
11. Asril Koto: Catatan Kecil
12. Asro Kamal Rokan: Dingin dalam Api
13. Ayu Cipta: Elegi Covid 19
14. Bambang Widiatmoko: Negeri yang Aneh
15. Benny Benke: Sajak Laten di Masa Corona
16. Beno Siang Pamungkas: Empat Penunggang Kuda
17. Berthold Sinaulan: Aba-Aba Adab
18. Chavchay Saefulloh: Virus Diri
19. Choking Susilo Sakeh: dongeng kemanusiaan: kepada pejuang kemanusiaan
20. Daru Maheldaswara: Energi Kata-Kata
21. Dheni Kurnia: Kami Sudah Berkhianat
22. Dimas Agoes Pelaz: Jerit Corona dan do'a
23. Diro Aritonang: Akulah Corona Itu
24. Doddi Ahmad Fauji: Racun Tembakau
25. Edi Romadhon: Kerja
26. Eka Budianta: Corona dan Bumi Datar
27. EM Yogiswara: Ruang Retak Membatu
28. Endang Werdiningsih: Catatan Ibu Seorang Garda Depan
29. Fakhrunnas MA Jabbar: Masih Ada Azan di Subuh Corona
30. Fatih Kudus Jaelani: Pasien Ke Enam Puluh Lima
31. Fikar W. Eda: Aquarium Wabah 2
32. Frans Ekodhanto Purba: Hikayat Virus Corona
33. Gol A Gong: Bianglala Tersenyum, Sayang
34. Gunoto Saparie: Asal Mula
35. Hasan Aspahani: Untuk Siapa Aku Menulis Puisi Hari Ini
36. Hasan Bisri BFC: Bilakah Engkau Pulang
37. Hendry Ch Bangun: Virus Corona
38. Heryus Saputro: Jumat yang Ganjil, Untung Kita Tak Sampai Pisah Ranjang
39. HM Nasruddin Anshoriy Ch (Gus Nas): Setangkai Corona di Tangan Izrail
40. Ibnu PS Megananda: Kalahkan Ia
41. Irvan Mulyadie: Doa Pengusir Corona
42. Isbedy Stiawan ZS: Sirkus di Jalan Pandemi
43. Iwan Jaconiah: Leningrad-Amsterdam
44. Kunni Masrohanti: Purnama Ungu Sya'ban
45. Kurnia Effendi: Menunggu
46. Kurniawan Junaedhie: Malam Corona di Bergamo
47. Linda Djalil: Was-Wasnya Perempuan Angkuh
48. Lukman A Sya: Karena Korona
49. Lukman Hakim AG: Tiba-Tiba Kita
50. M. Enthieh Mudakir: Puisi Mengedit Derita Pasca Pandemi
51. M. Johansyah (Gema Meratus): Jika Kebebasan Dipasung Wabah
52. Made Adnyana Ole: Ada Virus di Ludahmu
53. Mosthamir Thalib: Roman Tikam Anarko dan Corona
54. Muchid Albintani: Mimpi Corona
55. Muhammad Amir Jaya: Ramadhan Kali ini (1)
56. Muhammad Ibrahim Ilyas: Kekasih, Aku Tak Mau di Rumah Saja
57. Muhammad Subarkah: Tentang Tuhan Tsurayya Enam Puluh Hasta
58. Muhammad Subhan: Selamat Jalan, Duka--tribute to korban Covid-19
59. Murparsaulian: Menyidik Sunyi
60. Mustofa W Hasyim: Misteri yang Misteri
61. Nanang R. Supriyatin: Sketsa
62. Noorca M. Massardi: 4 Gambar
63. Norham Abdul Wahab: Isolasi Mandiri
64. Ons Untoro: Jam 10 Pagi
65. Parni Hadi: Corona, Kita Bersaudara
66. Pria Takari Utama: Menolak Bala
67. Putu Fajar Arcana: Nyanyian Cinta Orang-orang Pulang
68. Ramon Damora: Sawah Ladang Tarawih
69. Reiner Emyot Ointoe: Kamus Baru Epidemiologi
70. Rida K. Liamsi: Kami Tak Kehilangan Mu
71. Rismudji Raharjo: Prono Doger
72. Rita Sri Hastuti: Corona
73. Roso Titi Sarkoro: Jagat Terkesiap Senyap
74. Ryan Rachman: Melihat Tuhan Menyembuhkan Bumi
75. Salman Yoga S.: Bilangan Covid 19 Pada Ramadhan 1441
76. Samsudin Adlawi: Mengiba di Kaki Covid
77. Setiyo Bardono: Corona
78. Shafwan Hadi Umry: Bersama Allah aku menghadapimu
79. Sihar Simatupang: Laboratorium Doa (2)
80. Sri Iswati: Museum Corona
81. Sugiono MP: Sayap Ingatan
82. Susi Ivvaty: Korona di Angkutan Kota
83. Sutirman Eka Ardhana: Tamu Tak Diundang
84. Suyadi San: Diamdiam Bermain Mata Pedang
85. Syarifuddin Arifin: Di Kubur Sepi
86. Taufik Hidayat: Cuci Tangan
87. Taufik Ikram Jamil: tanpa covid-19
88. Triyanto Triwikromo: Harus Ditafsirkan sebagai Apakah Maut
89. Uten Sutendy: Bersujud di Rumah
90. Wannofri Samry: Corona, Kau Menebar Ketakutan
91. Warih Wisatsana: Ambang Petang
92. Widiyartono R.: Perdebatan Tak Pernah Usai
93. Wina Armada Sukardi: Sembilan Ujaran Ikhwal Virus Corona
94. Wyaz Ibn Sinentang (Wahyudi): Anak-Anak Kecil dan Corona
95. Yogira Yogaswara: Episode Napas Terakhir
96. Yudhistira Massardi: Kita pun Belajar Lagi
97. Yusrizal KW: Dalam Ruang C-19 (1)
Editor : Abdul Basri