SUMENEP – Kebanggaan mendalam dirasakan Taufik Rahman. Karya lukis bapak empat anak ini berhasil jadi pemenang World Contemporary Artist (WCA) 2017. Lukisan bertajuk Sabung Ayam berhasil menungguli karya Macky Bongabong (Filipina) dan Yasuyuki Ueda (Jepang).
Tahun ini adalah tahun pertama dia mengikuti festival seni lukis tingkat internasional. Tahun ini pula dia langsung berhasil menjadi pemenang. Perjalanan karir Taufik di bidang seni lukis tidak selalu berjalan mulus. Dia menyukai seni dua dimensi itu sejak SMP sekitar 1988 .
”Tapi dulu sebatas iseng saja,” jelasnya ketika ditemui di Jalan Seludang, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, Kamis siang (20/7).
Taufik hanya mengenyam pendidikan sampai SMA. Di bangku jenjang pendidikan inilah dia mulai menjadikan melukis sebagai hobi. Setelah lulus, dia memutuskan untuk lebih serius sebagai seorang pelukis.
”Dulu awalnya menerima pesanan melukis dinding kamar teman-teman. Lalu mulai melukis wajah karena dulu sedang nge-tren seperti itu,” ungkap pria 42 tahun yang mulai beruban itu.
Dia sempat hijrah ke luar daerah untuk mengadu nasib. Selama beberapa bulan dia tinggal di Banyuwangi dan Bali. Sayang, kehidupan di sana tidak lebih baik. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke tanah kelahiran.
Taufik sempat vakum dari dunia lukis selama enam tahun penuh setelah menikah pada 2003. ”Dulu saya membuka usaha, karena orang tua dan keluarga saya menganggap bahwa profesi saya yang dulu (pelukis) tidak akan bisa menghidupi istri saya,” kenangnya.
Usaha tersebut juga tidak berhasil. Bahkan, dia mengalami kebangkrutan. Dia pun memutuskan kembali mendalami hobi melukis hingga saat ini. Ratusan karya terlahir dari tangan dinginnya.
Selama menggeluti dunia seni lukis, Taufik telah mengikuti puluhan kejuaraan dan festival tingkat regional dan nasional. Tidak sekalipun menyabet juara. Hanya beberapa kali karyanya masuk sepuluh besar.
Ribuan seniman dari seluruh dunia mengikuti festival WCA tahun ini. ”Saya juga tidak menyangka akan menang, karena musuhnya dari seluruh dunia,” jelasnya. Namun, lukisan bertema Sabung Ayam miliknya berhasil menjadi The Best Art of The Year. Mengalahkan ribuan karya seni lain.
Editor : Abdul Basri