Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

UTM Dorong Partisipasi Pemuda Desa Taddan dalam Kelola Mangrove Hadapi Perubahan Iklim

Hendriyanto • 2025-08-01 18:00:31

UNTUK LINGKUNGAN: Peletakkan batu pertama persemaian bibit mangrove di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (30/7).
UNTUK LINGKUNGAN: Peletakkan batu pertama persemaian bibit mangrove di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Selasa (30/7).

SAMPANG, RadarMadura.id – Upaya pelestarian lingkungan pesisir terus digalakkan. Salah satunya melalui kegiatan pemetaan partisipatif ekosistem mangrove yang dilakukan oleh tim dosen Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) di Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada Selasa (30/7).

Desa Taddan diketahui memiliki ekosistem mangrove yang cukup baik. Namun, perencanaan pengelolaannya masih minim, terutama dari sisi data spasial. Kegiatan yang melibatkan Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Permata yang didominasi oleh pemuda ini menjadi langkah penting menuju tata kelola mangrove yang lebih terarah dan adaptif terhadap perubahan iklim.

Ketua Tim Pengabdian, Herlambang Aulia Rachman, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini mengusung metode Participatory Landuse Planning (PLUP) dengan dukungan skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Kemdiktisaintek.

"Melalui pemetaan partisipatif ini, kami berharap Pokmaswas memiliki pedoman tata kelola mangrove yang berbasis ilmiah dan partisipatif," ujarnya.

Baca Juga: Rangkaian Dies Natalis Ke-24, Belasan Ribu Peserta JJS Banjiri UTM, Beri Hadiah Umrah untuk Tujuh Pemenang Undian

Tim pengabdian juga melibatkan Prof. Dr. Zainul Hidayah dari UTM dan Alfi Hermawati Waskita Sari, M.Si. dari Universitas Airlangga. Mereka memfasilitasi diskusi kelompok terarah (FGD), pemaparan materi, serta monitoring kondisi mangrove.

Salah satu sesi penting adalah penyuluhan yang disampaikan oleh Insafitri, Ph.D., ahli ekowisiata pesisir dan laut UTM, yang menyoroti potensi mangrove sebagai ekowisata bahari. Materi ini menambah wawasan peserta terkait manfaat ekologis dan ekonomi dari ekosistem pesisir.

"Dalam FGD, kami berhasil menyusun peta partisipatif yang mencakup zonasi konservasi dan restorasi mangrove," tambah Herlambang. Peta tersebut nantinya akan dijadikan acuan dalam penyusunan rencana pengelolaan jangka panjang.

Kegiatan ditutup dengan prosesi simbolik peletakan batu pertama tempat persemaian mangrove oleh ketua tim pengabdian bersama Pokmaswas dan dosen UTM. Bantuan tersebut diharapkan memperkuat kapasitas Pokmaswas dalam melakukan restorasi mangrove.

Baca Juga: Imigrasi Pamekasan Dapat Arahan Kakanwil: Perketat SOP dan Pantau TPPO

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari warga dan perangkat desa. “Kami merasa terbantu, selama ini kami hanya mengandalkan pengetahuan turun-temurun. Sekarang kami bisa mengelola mangrove dengan data dan metode yang jelas,” kata salah satu anggota Pokmaswas.

Program ini diharapkan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan lingkungan pesisir dan menjadi model pemberdayaan masyarakat desa dalam menghadapi krisis iklim. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#utm #camplong #sampang #Taddan #mangrove