SAMPANG, RadarMadura.id – Musim panen tembakau tahun ini membawa berkah bagi petani di Kabupaten Sampang.
Kondisi cuaca kemarau yang mendukung membuat kualitas tembakau lokal meningkat.
Hasil panen terserap pasar, sementara harga jual yang tinggi turut mendongkrak pendapatan petani.
Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Disperta KP) Sampang Nurdin menyampaikan, sektor pertanian tembakau tahun ini mencatatkan capaian positif.
Luas tanam meningkat signifikan hingga mencapai 13.411 hektare, jauh melampaui dua tahun sebelumnya.
"Jika kita bandingkan dengan 2025, luas hektare kita hanya 4.500 hektare. Sedangkan 2024 luasannya hanya 9 ribu hektare. Sementara capaian tahun ini meningkat luar biasa sampai 13 ribu hektare lebih," katanya kemarin (15/10).
Peningkatan luas tanam tersebut turut mendongkrak produksi tembakau Sampang. Total hasil panen tahun ini mencapai 11.547 ton yang tersebar di sejumlah kawasan.
Produktivitas di lahan persawahan bisa mencapai 1 ton per hektare berkat ketersediaan air yang memadai.
Sementara itu, produktivitas di kawasan tegalan berkisar 600–700 kilogram per hektare dan di kawasan pegunungan sekitar 500–600 kilogram per hektare.
"Sekalipun ada perbedaan produktivitas, nilai jual tembakau gunung lebih tinggi berkat aroma dan kualitas daunnya yang khas. Hal ini membuat tingkat pendapatan total para petani di kawasan persawahan maupun pegunungan relatif seimbang dan sama-sama menguntungkan," tambahnya.
Menurut Nurdin, Pemkab Sampang terus berupaya menjaga produktivitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani tembakau secara berkelanjutan.
Salah satu upaya yang dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).
Berbagai bantuan disalurkan kepada petani, mulai dari mesin perajang tembakau, sarana dan prasarana pertanian, hingga pelatihan pembuatan pupuk organik secara mandiri.
Langkah tersebut diharapkan dapat membantu petani menyiasati keterbatasan subsidi pupuk kimia untuk tanaman tembakau sekaligus menekan biaya produksi.
Nurdin juga mengingatkan petani agar menjaga kualitas tembakau sejak proses pemetikan hingga penjualan.
Petani diharapkan tidak memetik tembakau terlalu muda ataupun melakukan pemalsuan dan pencampuran tembakau dengan kualitas berbeda karena dapat merugikan petani sendiri.
"Harapannya petani tidak memetik tembakau muda dan menghindari praktik pemalsuan atau pencampuran kualitas, karena hal itu justru merugikan petani sendiri. Mari kita jaga reputasi dan kualitas tembakau Sampang agar harganya tetap stabil dan bernilai tinggi di masa mendatang," pungkasnya. (ay/han)
Editor : Amin Bashiri