KJRI Hamburg Gelar Lokakarya Bertema Rekat Bersama Merawat Jiwa

Anis Billah • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 19:34 WIB
MERAH PUTIH: Renata Siagian (gaun kuning) selaku Konsul Jenderal RI di Hamburg  foto bersama lokakarya, Sabtu (10/10). (KJRI HAMBURG UNTUK RADARMADURA.ID)
MERAH PUTIH: Renata Siagian (gaun kuning) selaku Konsul Jenderal RI di Hamburg  foto bersama lokakarya, Sabtu (10/10). (KJRI HAMBURG UNTUK RADARMADURA.ID)

HAMBURG, RadarMadura.id – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hamburg bekerja sama dengan Ruanita Indonesia, Kesmenesia, dan Life Architekture mengadakan lokakarya bertema Rekat Bersama, Merawat Jiwa. Acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia itu diadakan di aula KJRI Hamburg, Jerman, Sabtu (10/10).

Renata Siagian selaku Konsul Jenderal RI di Hamburg saat sambutan mengatakan, kesehatan mental merupakan isu penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia yang pertama kali diselenggarakan pada 1992 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran publik sekaligus mengikis stigma dan stereotip yang masih melekat terhadap hal tersebut.

"Di balik setiap angka, ada seseorang yang mungkin sedang berjuang, tetapi tidak tahu kepada siapa harus bercerita," ujar Renata.

Pesan itu menjadi semakin relevan di tengah besarnya tantangan kesehatan mental di berbagai belahan dunia. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada September 2025 menunjukkan lebih dari satu miliar orang di dunia hidup dengan gangguan mental.

Di Jerman, riset tahun 2024 mencatat tingginya gejala depresi atau kecemasan, dengan perempuan usia muda termasuk kelompok yang rentan. Sementara itu, Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) tahun 2022 menunjukkan bahwa satu dari tiga remaja Indonesia berusia 10–17 tahun, atau sekitar 15,5 juta orang, mengalami masalah kesehatan mental.

Dijelaskan, tujuan digelarnya lokakarya adalah membentuk ruang aman bagi peserta untuk mendengar dan didengar, memahami pengalaman satu sama lain. Termasuk belajar bersama dalam suasana yang terbuka dan penuh empati.

BERWIBAWA: Renata Siagian selaku Konsul Jenderal RI di Hamburg saat menyampaikan sambutan dalam lokakarya, Sabtu (10/10). (KJRI HAMBURG UNTUK RADARMADURA.ID)
BERWIBAWA: Renata Siagian selaku Konsul Jenderal RI di Hamburg saat menyampaikan sambutan dalam lokakarya, Sabtu (10/10). (KJRI HAMBURG UNTUK RADARMADURA.ID)

Hal ini juga sejalan dengan komitmen KJRI Hamburg dalam memberikan pelindungan kepada WNI dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. "KJRI ingin menunjukkan bahwa saudara-saudara tidak sendirian. Negara hadir bagi lebih dari 7.100 WNI di Hamburg, Bremen, Niedersachsen, dan Schleswig-Holstein," ulas Renata.

Dia turut menekankan pentingnya kolaborasi antara perwakilan RI, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental. "Mari tingkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental serta membangun ruang yang aman, inklusif, dan suportif bagi masyarakat Indonesia di Jerman," ajaknya.

KJRI Hamburg juga mengajak masyarakat Indonesia di Jerman terus menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan mental, dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Sebab, menjaga kesehatan mental merupakan tanggung jawab bersama.

Lokakarya berlangsung dalam dua sesi yang saling melengkapi. Sesi ruang sadar yang difasilitasi oleh Bayu Prihandito dari Life Architekture, sedangkan sesi kolase untuk kesehatan mental dipandu oleh Nelden Djakababa-Gericke dari Kesmenesia.

Bayu mengajak peserta untuk lebih mengenali diri, memahami rasa dan emosi, serta merefleksikan apa yang sedang dirasakan. Sementara Nelden membuka ruang bagi peserta untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman, serta makna personal dalam tulisan reflektif dan karya kolase.

Denka, salah seorang peserta, menyampaikan bahwa lokakarya sangat bermanfaat dan memberi ruang untuk berefleksi. "Kita bisa merefleksi diri untuk mempunyai kesehatan mental yang lebih baik. Kita tidak sendirian," pungkasnya. (yan)

Editor : Anis Billah
KJRI Hamburg WHO lokakarya wni