SAMPANG, RadarMadura.id – Wilayah yang terdampak bencana kekeringan di Kabupaten Sampang makin meluas.
Kabarnya, kawasan yang terdampak bencana kekeringan di Kota Bahari mencapai 50 persen.
Wakil Bupati (Wabup) Sampang Ahmad Mahfudz saat menghadiri kegiatan bantuan air bersih program satu juta liter air bersih oleh Forum Sampang Sehat (FSS) bersama SKK Migas di Pendopo Trunojoyo Sampang mengatakan, bencana kekeringan melanda sejumlah wilayah. Tidak terkecuali Kabupaten Sampang.
"Musim kemarau yang berkepanjangan seperti saat ini membuat ketersediaan air bersih berkurang dan dikeluhkan warga," ucapnya.
Pria yang karib disapa Lora Mahfudz itu menuturkan, penanganan krisis air bersih menjadi salah satu tantangan bagi Pemkab Sampang.
Sebab, dari total 14 kecamatan, sebanyak 7 kecamatan mengalami kekeringan.
"Kurang lebih 50 persen wilayah di Kabupaten Sampang terdampak bencana kekeringan," ungkapnya.
Wabup mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah ikut membantu pemerintah mendistribusikan air bersih.
Mulai dari FSS, SKK Migas Jabanusa, serta para mitra KKKS yang telah memberikan penyaluran air bersih pada Kamis (8/10).
"Bantuan tersebut sangat penting sebagai langkah darurat jangka pendek guna meringankan beban warga," bebernya.
Wabup menegaskan, untuk memitigasi dampak dari bencana kekeringan harus dicarikan solusi jangka panjang.
Pemkab Sampang mendorong adanya sinergisitas lanjutan bersama perusahaan migas untuk membangun infrastruktur air yang berkelanjutan.
"Misalnya dengan pembangunan embung, tandon komunal, perlindungan sumber mata air dan daerah resapan, pemanenan air hujan, hingga penguatan penyediaan air bersih berbasis desa," pungkasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia