Sering Tak Ada Nakes, Warga Segel Pustu Desa Bluuran

Hera Marylia • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 08:52 WIB
DISEGEL: Pustu Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang Sampang terlihat dipasangi kayu, di area pintu dan jendela, Rabu (7/10). (WARGA KARANG PENANG UNTUK JPRM)
DISEGEL: Pustu Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang Sampang terlihat dipasangi kayu, di area pintu dan jendela, Rabu (7/10). (WARGA KARANG PENANG UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Warga menyegel Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, menggunakan kayu, Selasa (6/10).

Aksi itu dilakukan diduga karena fasilitas kesehatan tersebut sering tidak ada tenaga kesehatan (nakes).

Video penyegelan pustu Desa Bluuran, beredar di beberapa platform media sosial (medsos). Terlihat semua pintu dan jendela pustu disegel dengan kayu oleh warga.

Seorang warga Desa Bluuran berinisial R membenarkan kejadian tersebut.

Pustu tersebut disegel oleh warga sekitar sejak Selasa (6/10) malam. ”Iya benar, pustu tersebut disegel oleh masyarakat,” ucapnya.

Dia menceritakan, pada Selasa (6/10) malam, pihaknya mengalami kecelakaan tunggal dan membutuhkan penanganan medis. Dia dibawa ke pustu untuk berobat. 

”Saat dicek, di pustu ternyata tidak ada petugas sama sekali. Akhirnya dibawa ke pondok bersalin desa (polindes) untuk mengobatinya,” ungkapnya.

Sejauh ini bukan hanya dirinya yang mengalami hal serupa. Masyarakat yang lain juga merasakan hal yang sama.

”Karena masyarakat sudah resah, jadi langsung disegel,” bebernya.

Menurutnya, pustu dibangun di desa untuk menjadi kepanjangan tangan dari puskesmas.

Warga yang membutuhkan pelayanan, termasuk ketika malam hari, dan tidak perlu mendatangi puskesmas.

Terkadang ada petugas di siang hari. Namun, saat malam hari petugas tidak ada.

Dia mengaku kecewa terhadap pelayanan pustu tersebut karena tidak berfungsi maksimal.

”Keberadaan pustu di desa kami ini terkesan sia-sia, karena sering tidak ada tim medisnya,” ungkapnya.

Kepala Puskesmas Karang Penang Sampang Fajar Ash Shiddiqi belum bisa dimintai keterangan terkait penyegelan pustu tersebut. 

Saat dihubungi melalui sambungan telepon yang biasa digunakan, dia tidak merespons. (bai/bil)

Editor : Hera Marylia
sering tidak ada disegel pustu nakes penyegelan