Pekerjaan Brahmana Jaya Menyimpang dari Gambar Kerja, Jarak Begel Sloof Pagar Labkesmas Tak Sama

Anis Billah • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 08:17 WIB
JADI SOROTAN: Pekerja pembangunan pagar sedang istirahat di sekitar bangunan Labkesmas, Sampang, Selasa (7/10.
JADI SOROTAN: Pekerja pembangunan pagar sedang istirahat di sekitar bangunan Labkesmas, Sampang, Selasa (6/10).

SAMPANG, RadarMadura.id - Pembangunan pagar Labkesmas di Jalan Halim Perdanakusuma, Sampang, mulai memasuki tahap pengecoran sloof. Namun, ditemukan jarak begel yang disebut tidak sesuai dengan gambar kerja.

Pantauan JPRM, Selasa (6/10), sloof pagar telah dipasang mengelilingi bangunan Labkesmas. Besi kolom praktis sebagian juga mulai dipasang. Sementara itu, sloof di sisi selatan bangunan mulai dicor.

Namun, ditemukan jarak begel yang tidak seragam. Berdasarkan pengukuran di sejumlah titik, jarak antarbegel tercatat 15 sentimeter (cm), 17 cm, hingga 21 cm.

Proyek senilai hampir setengah miliar rupiah tersebut dikerjakan CV Brahmana Jaya. Konsultan pengawas yang ditunjuk yakni CV Aruna Anagata. Sementara itu, perencanaan pembangunan pagar Labkesmas ditangani CV Diraya Konsultan.

Direktur CV Diraya Konsultan Agus Hendrianto menilai, perbedaan jarak begel sloof tersebut tidak sesuai dengan gambar kerja. Sebab, dalam gambar kerja jarak antarbegel ditentukan 15 cm.

”Penyimpangan ini merupakan ketidaksesuaian terhadap gambar kerja dan harus dievaluasi,” ungkapnya.

Menurutnya, perbedaan jarak begel sloof berpotensi memengaruhi kekuatan struktur bangunan. Karena itu, Agus menyarankan agar bagian yang tidak sesuai diperbaiki dan disesuaikan dengan dokumen kontrak, yakni rencana anggaran biaya (RAB) dan gambar kerja.

”Ya, dapat memengaruhi kekuatan. Sarannya, ya harus diperbaiki dan disesuaikan dengan apa yang tertuang dalam kontrak,” pintanya.

Baca Juga: Polres Sampang Panggil Pendamping PKH, Dalami Dugaan Pemotongan Dana Bantuan di Kedungdung

Perwakilan CV Aruna Anagata, Bayu Lazuardie, menegaskan bahwa jarak begel sloof dalam perencanaan pembangunan pagar Labkesmas ditentukan 15 cm.

”Kalau di perencanaan, jarak antarbegelnya 15 centimeter,” tegasnya.

Bayu mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti temuan jarak begel yang tidak seragam tersebut. Pihaknya akan menghubungi pelaksana agar segera dilakukan perbaikan.

Menurutnya, perbaikan tidak harus dilakukan dengan membongkar besi sloof. ”Jarak antarbegelnya yang digeser sesuai perencanaan,” paparnya.

Sementara itu, Direktur CV Brahmana Jaya Andre Firmansyah belum merespons saat dikonfirmasi terkait perbedaan jarak begel sloof tersebut.

Temuan tersebut menambah catatan buruk CV Brahmana Jaya dalam mengerjakan proyek. Sebelumnya, rekanan asal Kota Bahari tersebut juga mengerjakan pembangunan Musala Puskesmas Jrengik.

Dalam proyek tersebut, kontraktor sempat disorot terkait keterlambatan penyediaan alat pelindung diri (APD) bagi pekerja dan pemasangan papan informasi proyek. Selain itu, ditemukan keretakan pada bagian plafon musala dan kamar mandi. (bil)

Editor : Anis Billah
CV Brahmana Jaya Labkesmas Diraya konsultan Aruna Anagata Tak sesuai gambar kerja