JRENGIK, RadarMadura.id – Pekerjaan CV Brahmana Jaya kembali menuai sorotan. Kali ini, plafon musala Puskesmas Jrengik ditemukan retak.
Padahal, proyek senilai Rp 94,8 juta itu belum dilakukan provisional hand over (PHO) atau serah terima.
Pantauan JPRM, plafon yang retak terjadi di dalam musala memanjang di sejumlah titik. Selain itu, plafon di dalam kamar mandi juga terlihat retak.
Garis keretakan tersebut berada di sambungan antar dua lembar plafon.
Seorang pekerja di lapangan mengaku tidak mengetahui kapan plafon tersebut mulai retak.
Dia juga tidak mengetahui pasti faktor plafon retak. Menurutnya, kemungkinan keretakan terjadi karena faktor cuaca.
”(Yang retak) di bagian sambungan. Mungkin karena panas,” ujarnya singkat.
Pria yang rambutnya beruban itu mengutarakan, jarak rangka plafon musala sekitar 1 meter. Semua pekerjaan sudah selesai.
Pihaknya hanya memperbaiki keran. ”Pekerjaan sudah selesai semua,” tuturnya.
Konsultan Pengawas Nurul Hidayat mengaku belum mendapat informasi terkait retaknya plafon musala tersebut.
Dia berjanji akan mengecek kerusakan dan meminta pelaksana untuk segera memperbaiki.
”Kalau memang ada yang rusak, nanti kami akan meminta pelaksana untuk memperbaiki,” ungkapnya.
Direktur CV Brahmana Jaya Andre Firmansah mengabaikan upaya konfirmasi yang dilakukan JPRM.
Dia tidak merespon saat dihubungi melalui nomor yang biasa digunakan. Pesan WhatsApp yang dikirim juga tidak dibalas.
Berdasarkan papan informasi, proyek yang bersumber dari dana BLUD Puskesmas Jrengik tersebut dimulai pada 12 Agustus.
Masa pelaksanaan ditarget selama 60 hari kalender. Artinya, masa kontrak berakhir 12 Oktober.
Sebelumnya, pekerjaan CV Brahmana Jaya dalam menggarap proyek pembangunan musala Puskesmas Jrengik sempat mendapat sorotan dari DPRD Sampang.
Sebab, kontraktor asal Kota Bahari itu baru belanja APD pekerja dan papan informasi sekitar 20 September.(bil)
Editor : Amin Bashiri