SAMPANG, RadarMadura.id – Seorang bernama Nimo, 70, warga Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, ditemukan tewas, Rabu (30/9).
Pria lanjut usia tersebut menjadi korban penganiayaan yang terduga pelakunya berinisial IH.
Kapolres Sampang AKBP Anang Hardiyanto melalui Kasihumas AKP Eko Puji Waluyo membenarkan aksi penganiayaan berat hingga menyebabkan korban meninggal di Dusun Nung Kesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang, tersebut.
Dikatakan, kejadiannya berlangsung pada Rabu (30/9) sekitar pukul 07.00.
”Korban bernama Nimo, 70, petani asal Dusun Nung Kesan, Desa Tamberu Daya, Kecamatan Sokobanah, Sampang. Sedangkan terduga pelaku berinisial IH, 80, yang merupakan tetangga korban,” katanya.
Sebelum kejadian, pada Rabu (30/9) sekitar pukul 07.30 korban baru selesai minum kopi.
Setelah itu, dia menuju kandang kambing miliknya. ”Tujuannya hendak memberi makan hewan ternaknya,” ungkap Eko.
Kemudian, IH menghampiri korban yang sedang berada di kandang kambing. IH lalu memukul rahang kiri korban.
”Terduga pelaku memukul korban menggunakan linggis,” tutur Eko.
Mantan Kapolsek Ketapang itu menjelaskan, setelah terkena pukulan linggis, korban lalu jatuh tersungkur ke tanah.
Beberapa saat kemudian, anak IH berinisial S dan anak Nimo berinisial SM datang ke TKP.
”S dan SM melerai keduanya. Kemudian, membawa korban ke puskesmas,” bebernya.
Dijelaskan, korban mengalami luka robek pada rahang kiri. Oleh karena itu, petugas puskesmas kemudian menjahit luka yang ada di area tersebut.
”Sekitar pukul 10.00, korban dinyatakan meninggal,” ungkapnya.
Sementara itu, sekitar pukul 13.30, anggota Polsek Sokobanah yang menerima laporan warga langsung mendatangi dan memasang police line di TKP.
”Setelah berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Sampang, anggota Polsek Sokobanah langsung mengamankan IH di rumahnya,” tandasnya. (bai/yan)
Editor : Hera Marylia