SAMPANG, RadarMadura.id – CV Brahmana Jaya tidak hanya mengerjakan proyek pembangunan musala Puskesmas Jrengik. Data yang dihimpun JPRM, kontraktor asal Kelurahan Gunung Sekar itu mendapat proyek dengan total anggaran mencapai Rp 1,1 miliar.
Selain proyek musala Puskesmas Jrengik, CV Brahmana Jaya juga menggarap pembangunan kolam beton di Desa Rapa Daya, Omben. Selain itu, ada dua paket proyek yang didapat melalui tender. Yakni pembangunan pagar labkesmas dan rehab ruang kelas SDN Margantoko 1 Kecamatan Jrengik.
Direktur CV Brahmana Jaya Andre Firmansah membenarkan jika dirinya mendapat empat paket proyek. Progres setiap proyek tidak sama. Misalnya, pekerjaan pembangunan kolam beton sudah selesai, tinggal menunggu serah terima dengan dinas perikanan.
”Iya benar. Kalau kolam renang (pekerjaan) sudah selesai,” ujarnya. Dia mengutarakan, pembangunan kolam beton hanya satu titik. Masa kontrak berlangsung selama 60 hari. Andre tidak menyebut secara detail terkait kapan pekerjaan dimulai dan akan berakhir. ”Itu kontraknya masih lama,” tuturnya.
Andre juga menargetkan pembangunan Musala Puskesmas Jrengik selesai sebelum masa kontrak habis. Berdasarkan kontrak, pekerjaan harus selesai 12 Oktober. Proyek yang bersumber dari BLUD Puskesmas Jrengik dimulai sejak 12 Agustus 2026.
Sementara itu, dua paket proyek yang dimenangkan melalui tender, sedang dikerjakan. Andre mengungkapkan, pembangunan pagar labkesmas langsung dikerjakan setelah dilakukan MC-0. Dia berjanji akan menyelesaikan semua pekerjaan sebelum kontrak berakhir.
”Kalau kami sudah berani nawar, kami bersedia mengikuti aturan dan durasi masa kerja,” tegasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfudz tidak mempermasalahkan satu kontraktor menggarap empat paket proyek dalam waktu bersamaan. Menurutnya, hal itu tidak melanggar ketentuan. Sebab, batas maksimal rekanan mengerjakan lima paket proyek.
”Tidak ada masalah, masih bisa kalau empat paket,” tuturnya.
Namun, dia menekankan agar dinas teknis memperketat pengawasan terhadap progres pekerjaan. Semua pekerjaan harus dikontrol dengan maksimal. Termasuk juga bahan-bahan yang dipakai dalam setiap paket pekerjaan.
”Kami sering mengimbau kepada dinas harus waspada terhadap keterlambatan. Artinya, terus koordinasi dengan pelaksana supaya pengawasan maksimal,” sarannya.
Kabid SD Dispendik Sampang Moh. Yusuf tidak merespons saat dihubungi JPRM. Padahal, nomor yang biasa digunakan terdengar berdering. (bil)
Editor : Amin Bashiri