SAMPANG, RadarMadura.id – Jumlah penduduk miskin Kabupaten Sampang sebanyak 213,98 ribu jiwa atau 20,61 persen. Angka ini berdasarkan data BPS dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025. Data tersebut mengalami penurunan 0,22 dibandingkan 2024 yang mencapai 20,83 persen.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang terus berupaya agar angka kemiskinan terus berkurang. Tahun ini, angka kemiskinan ditargetkan turun hingga 19,13 persen. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Sampang Ahmad Mahfudz.
”Target kita tahun ini (turun) di kisaran 19,13 persen. Syukur-syukur bisa sampai ke angka 16 persen,” harapnya.
Pria yang juga menjabat Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Sampang menjelaskan, Pemkab Sampang telah melakukan berbagai upaya dalam penanganan kemiskinan. Di antaranya melalui perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH) dan pemberian bantuan langsung tunai yang tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah daerah juga memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di sektor kesehatan melalui program UHC. ”Kami berupaya mencegah masyarakat miskin rentan agar tidak masuk dalam miskin ekstrem karena terbebani pengeluaran untuk kesehatan,” terangnya.
Lora Mahfudz mengutarakan, pemkab berusaha meningkatkan pendapatan masyarakat Kota Bahari. Misalnya dengan memberikan bantuan modal dan bantuan peralatan usaha, program pengembangan UMKM, termasuk mengasah keterampilan kerja dan membuka kesempatan kerja melalui kegiatan bursa kerja.
Dia menyatakan, TKPKD terus berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk BPS dan pihak swasta. Menurutnya, BPS berperan melakukan pendataan kemiskinan. Sementara pihak swasta bisa membantu dengan penyaluran CSR.
”Kami terus melakukan berbagai upaya dan menggelar rapat koordinasi rutin untuk mengevaluasi apakah program yang ada sudah tepat sasaran atau perlu diperbaiki,” paparnya.
Lora Mahfudz juga mengajak semua pihak ikut serta membantu dalam menekan angka kemiskinan di Sampang. ”Kami berkeyakinan untuk penanggulangan kemiskinan ini tidak bisa hanya dilakukan satu pihak,” tukasnya. (bil)
Editor : Amin Bashiri