Kegagalan Jadi Motivasi, Santri Albirowi Raih Juara 3 Lomba Baca Kitab Kuning Tingkat Internasional

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 07:10 WIB
MEMBANGGAKAN: Muhammad Rizky Heriyono menerima trofi penghargaan sebagai juara III lomba baca kitab kuning tingkat internasional di UIN Maliki Malang, Rabu (23/9). (MOH. HAFIDZUDDIN UNTUK JPRM)
MEMBANGGAKAN: Muhammad Rizky Heriyono menerima trofi penghargaan sebagai juara III lomba baca kitab kuning tingkat internasional di UIN Maliki Malang, Rabu (23/9). (MOH. HAFIDZUDDIN UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Muhammad Rizky Heriyono bergegas keluar ruangan usai menerima trofi dan piagam penghargaan sebagai juara III lomba baca kitab kuning tingkat internasional di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Rabu (23/9).

Dia langsung mengabarkan prestasi yang baru diraih kepada orang tuanya yang tinggal di Malaysia.

Putra kedua dari pasangan suami istri, Mustain dan Fatimah itu sudah dua kali mengikuti event Gebyar Apresiasi Khazanah Araby (GAZA).

GAZA merupakan ajang kompetisi bahasa Arab internasional yang digelar UIN Maliki Malang setiap tahun.

Baca Juga: Penundaan Penyeberangan Dinilai Merugikan Masyarakat Raas, PT DDU: Pertimbangkan Kapasitas Kapal

Tahun lalu, dia gagal membawa pulang trofi. Karena itu, Rizky meningkatkan kemampuan membaca dan memahami kitab kuning.

Kegagalan pada tahun lalu itu menjadi salah satu motivasi siswa berusia 18 tahun itu untuk mengikuti GAZA 2026.

”Salah satu motivasinya karena tahun lalu gagal. Itu saya jadikan bahan bakar semangat dengan usaha yang rajin dan tekad yang lebih kuat,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Madara (JPRM), Minggu (27/9).

Rizky mengikuti GAZA 2026 atas delegasi dari MA Mambaul Ulum Bira Timur, Sokobanah, Sampang.

Dia diutus bersama lima siswa yang lain. Dia juga tercatat sebagai santri Pondok Pesantren (Ponpes) Mambaul Ulum Bira Timur atau biasa dikenal Albirowi.

Siswa kelahiran Malaysia itu mengutarakan, dia belajar membaca dan memahami kitab kuning sejak nyantri di Ponpes Albirowi.

Baca Juga: Koordinasi Satgas-Korwil Tersendat, Hampir Semua Dapur MBG di Pamekasan Tak Kantongi PBG

Selain di sekolah, dia banyak belajar mendalami kitab di pesantren.

Sehari bisa tiga kali mengaji kitab kuning kepada asatidz, bahkan Pengasuh Ponpes Albirowi RKH Muhammad Itsbat AQ, Lc.

Untuk memperkuat pengetahuan tentang kitab kuning, Rizky aktif dalam organisasi Majelis Musyawarah Albirowi (M2B).

Setiap malam, dia mengkaji dan memahami kitab kuning bersama dengan para santri. 

”Saya memang suka membaca,” ujar siswa asal Dusun Pongkerep, Desa Sokobanah Daya, Sokobanah, Sampang itu.

Saat ini, Rizky masih fokus mengikuti kegiatan di pesantren dan kegiatan belajar mengajar (KBM) di madrasah.

Dia intens belajar untuk bekal menjalani masa pengabdian setelah lulus MA. Setelah itu, dia menginginkan melanjutkan pendidikan di Malaysia.

”Kalau ada rezeki mau (melanjutkan pendidikan) ke Malaysia,” ungkap pemuda kelahiran 2005 itu.

Baca Juga: Muchtar Kuasai Sandi ATM KPM, Katim SDM PKH Bakal Kroscek ke Lapangan

Kepala MA Mambaul Ulum Bira Timur Moh. Hafidzuddin mengutarakan, pihaknya memang sering mengirim siswa untuk mengikuti event GAZA di UIN Maliki Malang.

Tahun ini, ada enam siswa yang ikut lomba kaligrafi, baca kitab fathul qorib, dan baca puisi bahasa Arab. 

”Alhamdulillah, tahun ini siswa kami juara III baca kitab fathul qorib,” tuturnya.

Menurutnya, lembaga pendidikan di Sampang yang mengikuti GAZA tahun ini hanya dari MA Mambaul Ulum Bira Timur.

Anak didiknya bersaing dengan delegasi dari berbagai satuan pendidikan, bahkan ada yang berasal dari Malaysia. 

”Peserta yang ikut (GAZA) ada yang dari Malaysia,” tegasnya. 

Dia mendukung keinginan Rizky untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Hafidz juga mendorong siswa yang lain agar terus meningkatkan belajar dan melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya.

”Kami mewanti-wanti kepada siswa untuk melanjutkan ke bangku kuliah,” tukasnya. (bil)

Editor : Hera Marylia
Ponpes Albirowi Juara III UIN Maliki Malang gaza Lomba Baca Kitab Kuning