SAMPANG, RadarMadura.id – Dugaan pemotongan bantuan program keluarga harapan (PKH) di Dusun Pandian, Desa Batoporo Timur, Kecamatan Kedungdung, terus bergulir.
Informasi yang diterima koran ini, ada dua orang yang terlibat dalam karut-marutnya penyaluran bantuan sosial tersebut.
Dugaan pemotongan tersebut dilakukan ketua kelompok, yakni perangkat desa Batoporo Timur berinisial S.
Selain itu, ada nama Muchtar Hasyim. Anehnya, dia mengetahui sandi ATM keluarga penerima manfaat (KPM) PKH.
”Sandinya sama semua milik KPM,” ungkap warga setempat Zainuddin, Kamis (24/9).
Muchtar Hasyim mengatakan, sandi ATM setiap KPM PKH ditentukan dari bank penyalur. ”Bukan dari kelompok, tapi dari pihak bank tidak sama,” tuturnya.
Muchtar menyebut, sandi setiap KPM berbeda. Menurutnya, sandi tersebut bergantung bank penyalur, setiap tahap berbeda.
”PKH pertama keluar itu pinnya satu sampai enam, bergantung salurnya di cabang mana, lain kodenya. Ada yang satu satu dan sembilan sembilan,” ungkapnya.
Dia mengaku tidak punya kedekatan dengan perangkat desa berinisial S. Namun, dia membenarkan jika S merupakan ketua kelompok di Dusun Pandian.
”Saya hanya tokoh masyarakat yang menjaga ketenteraman masyarakat. Makanya kami tahu betul dan tuduhan semuanya itu tidak benar,” bantahnya.
Ketua Tim (Katim) SDM PKH Kabupaten Sampang Moh. Hakim mendorong KPM yang merasa dipotong haknya tidak takut malapor.
Pihaknya akan turun ke lapangan untuk mengecek dugaan pemotongan dana bantuan tersebut.
”Saya Senin (hari ini, 28/9) akan turun sendiri memanggil pendampingnya dan tidak segan-segan menindak pendamping jika lalai dan tidak responsif atas laporan masyarakat,” tegasnya.
Sebelumnya, KPM di sejumlah Dusun Pandian, Desa Batuporo Timur, Kecamatan Kedungdung, mengaku tidak memegang kartu keluarga sejahtera (KKS).
Kartu tersebut dipegang oleh ketua kelompok dan Muchtar Hasyim yang disebut juga melakukan pencairan dan dugaan pemotongan dana. (ay/bil)
Editor : Hera Marylia