Proyek Jembatan di Karang Penang Oloh Ditender Ulang

Hera Marylia • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 07:24 WIB
PENGHUBUNG: Petugas saat melakukan survei di jembatan Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Rabu (3/6). (BPBD UNTUK JPRM)
PENGHUBUNG: Petugas saat melakukan survei di jembatan Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang, Sampang, Rabu (3/6). (BPBD UNTUK JPRM)

SAMPANG, RadarMadura.id – Tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang akan menggarap rekonstruksi jembatan yang terdampak bencana.

Proyek sebesar Rp 1,5 miliar itu belum dikerjakan karena dilakukan tender ulang.

Pantauan koran ini, paket dengan kode rencana umum pengadaan (RUP) 67765071 itu sempat ditender dengan kode tender 10158901000.

Hasilnya ada 13 rekanan yang berkontestasi memperebutkan jembatan di Desa Karang Penang Oloh, Kecamatan Karang Penang.

Baca Juga: Ban Pecah, Truk Terguling di Jembatan Suramadu

Namun, yang mengajukan penawaran hanya CV Bintang Kenari.

Dalam perjalanannya, rekanan tersebut tidak lolos pembuktian kualifikasi dan evaluasi teknis.

Sebab, pokja menilai pihak yang diklarifikasi tidak dapat menjelaskan keabsahan bukti kepemilikan (nota pembelian) yang menyebabkan proses terpaksa digagalkan.

Atas kegagalan tersebut, pokja kembali melakukan tender ulang dengan kode tender 10169276000.

Paket dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 1.499.979.772,32 itu kembali ditayangkan dengan alasan tidak ada peserta yang lulus evaluasi penawaran.

Pengelola Pengadaan Barang dan Jasa Muda Bagian Pengadaan Barjas Setkab Sampang Siti Fahriyah mengatakan, dari hasil evaluasi, satu-satunya peserta yang mengajukan penawaran tidak lulus tahap evaluasi penawaran teknis.

Institusinya juga memberikan ruang masa sanggah bagi peserta.

"Masa sanggah itu menyediakan ruang untuk peserta, barangkali tidak setuju dengan pengguguran yang disampaikan pokja pemilihan. Tapi, tidak ada sanggahan," katanya.

Namun, sampai batas waktu masa sanggah yang diberikan pokja, ternyata tidak ada sanggahan dari peserta.

Baca Juga: Nissan Skyline Generasi ke-14 Meluncur Desember 2026, Dikembangkan Cuma 26 Bulan

Karena itu, tim melanjutkan proses pemilihan dengan menerbitkan berita acara tender gagal.

"Dengan alasan tidak ada penawaran yang lulus evaluasi," tambahnya.

Menurut dia, untuk sisa 12 peserta lainnya tidak mengajukan penawaran karena memiliki pertimbangan masing-masing.

Sementara itu, waktu pekerjaan mendekati akhir tahun semakin mepet.

"Mungkin karena lokasi kurang strategis atau tidak menguntungkan, sehingga tidak mengajukan penawaran. Hari ini (Senin, 21/9) kami akan buka penawaran," ungkapnya.

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sampang Aang Djunaidi menyampaikan, proses pelaksanaan pemilihan telah menjadi kewenangan penilaian pokja.

Namun, institusinya menargetkan proyek yang anggarannya bersumber dari biaya tak terduga (BTT) itu tuntas dalam kurun waktu 90 hari.

"Kalau tahun lalu 120 hari. Tapi, setelah kami koordinasi, tim teknis menyatakan 90 hari. Bagaimana prosesnya (tender) kami belum paham. Intinya kami telah melengkapi semua persyaratan," tandasnya. (ay/yan)

Editor : Hera Marylia
Desa Karang Penang Oloh rekonstruksi jembatan tender