SAMPANG, RadarMadura.id – Bupati Sampang Slamet Junaidi membuka kegiatan Karang Taruna Expo II Kabupaten Sampang di halaman Gedung Dekranasda Sampang, Kamis (17/9). Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu Berkarya, Maju Bersama Pemuda” tersebut diharapkan dapat mendorong Karang Taruna Sampang menjadi lebih produktif.
Bupati Sampang Slamet Junaidi menghadiri kegiatan tersebut bersama forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Pria yang karib disapa Aba Idi itu juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh sebelum membuka acara secara resmi.
Ketua DPRD Sampang Rudi Kurniawan menyampaikan, Karang Taruna Expo kembali dilaksanakan untuk kali kedua pada tahun ini. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karang Taruna ke-66.
”Acaranya berlangsung megah dan luar biasa yang dilaksanakan oleh Karang Taruna Sampang,” ujarnya.
Menurutnya, Karang Taruna sudah seharusnya menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang. Tujuannya, membawa pemuda pemudi Kota Bahari ke arah yang positif. Sehingga, generasi muda Sampang bisa menjadi generasi yang produktif dalam bidang seni, budaya, dan kearifan lokal yang ada.
Rudi menjelaskan, Karang Taruna Expo II akan berlangsung selama sepuluh malam. Yakni, mulai Kamis (17/9) hingga Sabtu (26/9) dengan berbagai rangkaian kegiatan.
”Kegiatan ini menjadi pertanda bahwa peringatan Bulan Bakti Karang Taruna selalu identik dengan berbagai kegiatan sosial, budaya, dan ekonomi kreatif,” jelasnya.
Dia menyampaikan, konsep kegiatan tersebut diharapkan terus dipertahankan. Sebab, kegiatan tersebut dinilai dapat membantu melestarikan budaya lokal yang ada di Bumi Kota Bahari. Termasuk output-nya bisa mendorong geliat ekonomi kreatif di Sampang.
Rudi menyatakan, pengembangan ekonomi kreatif merupakan bagian dari visi Pemkab Sampang, yakni Sampang Hebat Bermartabat Plus. Pihaknya meyakini kegiatan tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah.
”Kami salut dan optimistis bahwa Karang Taruna Sampang mampu berperan menjadi simpul penghubung semua stakeholder, membuka ruang interaksi dan kolaborasi untuk melestarikan budaya, mengembangkan ekonomi kreatif, dan mengembangkan pemuda Sampang,” tuturnya.
Dia menambahkan, ekonomi kreatif menjadi instrumen penting dalam sektor sosial dan budaya. Sebab, ekonomi kreatif dapat menjadi sarana pelestarian nilai-nilai sekaligus mendorong inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
”Maka dari itu, pengembangan daerah tidak sekadar diukur dari sektor perekonomiannya saja,” ungkapnya.
Pihaknya berharap event tersebut terus berkembang di tengah masyarakat. Dengan demikian, keberadaan Karang Taruna bisa menjadi salah satu upaya mengantisipasi kegiatan negatif di kalangan pemuda.
”Semoga hadirnya Karang Taruna bisa berkontribusi memberikan dampak yang positif di kalangan pemuda di Kabupaten Sampang,” tandasnya. (bai/bil)
Editor : Amin Bashiri